PAMEKASAN, RadarMadura.id – Suasana kantor DPRD Pamekasan di Kelurahan Bugih ramai pengunjung Rabu (21/8).
Puluhan orang berpakaian rapi silih berganti keluar masuk gedung wakil rakyat tersebut.
Dari sejumlah orang itu, dua di antaranya adalah Imam Ghozali dan Faizal Arif.
Keduanya merupakan saudara kandung yang dilantik menjadi anggota DPRD Pamekasan 2024–2029.
Imam Ghozali maju dari daerah pemilihan (dapil) 2 Pamekasan dengan wilayah Kecamatan Proppo dan Palengaan.
Dia berangkat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pria 37 tahun itu berhasil meraup dukungan 8.647 suara.
Sementara adiknya, Faizal Arif berjuang dari dapil 1 Pamekasan. Tepatnya di Kecamatan Pamekasan dan Tlanakan.
Pria yang karib disapa Excel itu memilih untuk berangkat dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Politikus 26 tahun itu berhasil mengumpulkan 6.739 suara. Sebagai pendatang baru, Faizal Arif harus bersaing untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat di dua wilayah tersebut.
”Saat meminta restu keluarga, hampir semuanya merasa kaget karena akan maju bersama di dapil yang berbeda. Tetapi, dengan niat yang tulus, mereka memberikan doa dan dukungan agar bisa mengabdi pada masyarakat,” ucap Imam Ghozali.
Dia sengaja memilih kendaraan politik yang berbeda dengan adiknya, Faizal Arif, dalam berjuang di bangku parlemen.
Baca Juga: Polres Tahan Anggota DPRD Sampang, Kuasa Hukum Aulia Rahman Siap Ajukan Penangguhan
Namun, pria yang karib disapa Haji Mamang itu memastikan bahwa setiap kepentingan masyarakat berada di atas segalanya.
”Kalau semua berangkat dari partai yang sama, lalu siapa yang akan menjaga gawang nantinya? Pada dasarnya, kami tetap bersama-sama berjuang meski melalui kendaraan yang berbeda,” tutur pria kelahiran 12 April 1987 itu kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Sebagai seorang kakak, pria 37 tahun asal Robatal, Sampang, itu akan terus berusaha membimbing adik kesayangannya itu untuk berjuang lebih baik.
Di sisi lain, Mamang juga akan bersikap profesional jika harus berbeda pendapat dalam menyangkut kerja-kerja legislatif.
Sementara Faizal Arif juga akan bersikap kooperatif dalam menjalani tugas sebagai anggota dewan.
Dia juga sadar bahwa akan ada banyak perbedaan pandangan politik sesama legislatif. Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar.
”Kalau di antara 45 anggota dewan itu satu suara, maka bangku legislatif sepertinya akan hambar. Kita harus punya pandangan politik masing-masing. Dan, berbeda itu menjadi bumbu penyedap untuk membangun daerah berkemajuan,” ucap alumnus SMAN 1 Sampang 2013–2016 itu.
Saat mendaftar sebagai anggota DPRD Pamekasan, keluarga besar Faizal Arif dan Imam Ghozali juga tidak mempermasahkan mengenai perbedaan bendera partai.
Sebaliknya, mereka memberikan dukungan yang terbaik pada keduanya.
Menurut Excel, yang terpenting adalah berjuang di garis rakyat.
Anggota dewan harus menjadi kepanjangan tangan dalam menyampaikan setiap aspirasi yang datang dari bawah.
Kemudian, diperjuangkan di tatanan eksekutif atau pemerintahan.
”Saya bersyukur bisa diberikan amanah di usia yang masih muda. Kami akan berjuang bersama untuk warga Pamekasan. Khususnya, di dapil masing-masing. Saya dan Mas Mamang siap menjadi penyambung lidah masyarakat,” tegas pria kelahiran Sampang, 2 Februari 1998 itu. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti