SAMPANG, RadarMadura.id – Suasana Jalan KH Agus Salim Gang IX Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, cerah Minggu (4/8).
Jalan setapak ke arah timur menjadi jalan utama menuju tempat tinggal Supradani. Setiba di halaman rumahnya, nenek berusia 80 tahun itu menyambut koran ini dengan ramah.
Foto pahlawan nasional Halim Perdanakusuma terpampang di dalam ruangan yang tanpa kamar tersebut.
Dalam rumah itu terdapat benda-benda kuno. Seperti dipan besi tanpa kelambu dan pintu penuh ukiran di sisi utara.
Supradani tinggal sebatang kara di dalam rumah tersebut. Perempuan kelahiran 1944 itu menyebut jika rumah yang ditempati saat ini merupakan peninggalan pahlawan nasional Halim Perdanakusuma. ”Halim Perdanakusuma bersama ayahnya pernah tinggal di sini,” ujarnya.
Dia menunjukkan sejumlah bukti bahwa rumah tersebut merupakan tempat bersejarah karena pernah menjadi tempat tinggal Halim Perdanakusuma.
Di antaranya, berupa foto dan silsilah keluarga Halim Perdanakusuma yang masih tersimpan di dalam rumah tersebut.
”Halim Perdanakusuma masih kerabat dari ibu saya. Silsilah itu tidak gampang diberikan pada orang lain jika bukan keturunannya,” ungkapnya.
Supradani menerangkan, dia menempati rumah itu sejak SD. Rumah tersebut merupakan milik keponakannya. Dia diminta untuk menempati.
Menurutnya, rumah tersebut memiliki nilai sejarah karena menjadi tempat tinggal pahlawan nasional Halim Perdanakusuma.
Halim Perdanakusuma termasuk tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
”Sama dengan ayah saya, Sukaris Budi Sujono, juga salah satu pejuang RI. Beliau juga turut memperjuangkan kemerdekaan RI,” terangnya.
Meski begitu, rumah tersebut kondisinya memprihatinkan dan tidak layak ditempati. Sebagian bangunan mulai ambruk. Dia berharap tempat tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Menurutnya, hanya tempat ini satu-satunya peninggalan pahlawan nasional Halim Perdanakusuma di Kota Bahari.
”Kalau hujan bocor karena tidak ada gentingnya, hanya tersisa kayu plafon. Kalau hujan saya mesti berteduh di teras rumah menunggu reda. Yang paling rusak di bagian atap,” terangnya.
Lurah Banyuanyar Moh. Ajir membenarkan bahwa rumah yang ditempati Supradani tersebut merupakan tempat bersejarah karena termasuk peninggalan pahlawan nasional Halim Perdanakusuma. Rumah itu juga dilengkapi data yang lengkap.
”Lansia yang saat ini menempati rumah itu merupakan cicit dari Halim Perdanakusuma,” imbuhnya.
Rahman Budayawan Sampang menyampaikan, Halim Perdanakusuma termasuk pahlawan nasional kelahiran Sampang. Namun, tidak diketahui pasti letak rumahnya.
”Sejak dulu Halim Perdanakusuma dikenal pahlawan nasional asal Sampang dan menjadi kebanggaan lantaran ikut memperjuangkan kemerdekaan,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghargaan negara, nama Halim Perdanakusuma dijadikan sebagai nama Bandara di Jakarta.
”Tanpa perjuangan Halim Perdanakusuma, kita tidak akan menikmati udara segar kemerdekaan sampai sekarang,” tukasnya. (*/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti