BANGKALAN, RadarMadura.id – Nama Bambang Budi Mustika tidak asing di dunia pendidikan, terutama di Bangkalan.
Sebab, peraih tokoh pendidikan terfavorit di ajang Pendidikan Awards 2024 ini pernah menjadi orang tua semua siswa dan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan.
Sebelum menjadi asisten perekonomian dan pembangunan, Bambang pernah menduduki kursi kepala dispendik selama lima tahun.
Kariernya di dunia pendidikan dimulai dari bawah dengan menjadi staf di dispendik.
”Saya tidak langsung menjadi kepala dinas. Namun, saya juga pernah menjadi staf. Itu awal saya di dinas pendidikan dan memang tidak pindah-pindah,” katanya Selasa (14/5).
Pria berbadan tegap itu mendedikasikan diri untuk dunia pendidikan saat diangkat jadi pegawai.
”Ijazah saya memang guru, tapi pekerjaan saya bukan seorang guru,” tuturnya sambil cekikikan.
Bambang paham betul tentang dinamika pendidikan di Bangkalan. Dia menilai, pendidikan di Bangkalan terus bertransformasi ke arah yang lebih baik. Terlebih dengan diterapkannya program pendidikan Merdeka Belajar saat ini.
”Saya yakin dengan pendidikan di Bangkalan. Untuk pendidikan karakter akan terwujud sesuai harapan pemerintah pusat,” ucapnya.
Selama menjadi Kadispendik, Bambang telah memberikan banyak kontribusi untuk kemajuan pendidikan.
Yakni, meluncurkan inovasi dan program sekolah antikorupsi, Gerakan Bangkalan Menghafal Al-Qur'an, digitalisasi belajar, program Merdeka Belajar, dan lain-lain.
Baca Juga: Tahun Ini Pemkab Bangkalan Akan Sertifikasi 762 Aset
”Pendidikan tanpa inovasi itu akan jalan di tempat. Makanya, saya usahakan setiap tahun harus ada dua inovasi yang saya kembangkan dan ini sinkron dengan program Merdeka Belajar,” jelasnya.
Pada penganugerahan Pendidikan Awards 2024, Bambang terpilih sebagai tokoh pendidikan terfavorit.
Bambang tidak menyangka bahwa masih ada yang mau memilihnya melalui balot dukungan di koran Jawa Pos Radar Madura.
”Jujur saya tidak menyangka terpilih sebagai tokoh favorit. Seperti surprise buat saya malam itu. Karena yang saya tahu, saya hanya diundang,” jelasnya.
Pria berusia 57 tahun itu mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan masyarakat Bangkalan kepadanya.
Kepercayaan tersebut akan menjadi komitmennya untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan.
”Meskipun saya tidak dinas pendidikan lagi, saya tetap ada untuk memberikan kontribusi terbaik terhadap pendidikan Bangkalan,” jelasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana