SAMPANG, RadarMadura.id – Kesibukan di bidang entrepreneur tidak mengalihkan perhatian Lora Idris Abdau dari dunia pendidikan.
Sebagai putra kiai, lingkungan pendidikan sudah tidak terpisahkan dari dirinya. Dia lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren serta menempuh pendidikan di pesantren pula.
Pilihan ini didasari kerena suami Imroatus Zakia itu sadar bahwa pendidikan merupakan kebutuhan.
Dengan masih aktif mengembangkan pesantren, dia akan senantiasa belajar ilmu pengetahuan sekalipun sebagai tenaga pengajar.
Pilihan ini juga sesuai dengan pesan kedua orang tuanya dan guru saat menimba ilmu di Pesantren Darussalam Gontor. ”Dengan begitu, saya akan tetap belajar,” terangnya.
Menurut dia, kebutuhan aktivitas pembelajaran di pesantrennya akan selalu diupayakan secara maksimal, baik kebutuhan saran fisik maupun secara kurikulum.
Pesantren juga siap mewadahi kreasi santri dengan berbagai bidang keunggulan selain bidang keagamaan.
Menurut dia, santri harus bisa menjawab kebutuhan zaman di masa mendatang. Alumni Pondok Pesantren Darussalam harus mampu menjadi santri yang unggul dalam berbagai bidang.
Selain dalam keilmuan agama, bisa juga dalam bidang sains, kesenian, maupun olahraga.
”Kami akan terus berupaya menyediakan fasilitas belajar santri secara maksimal. Ini sudah menjadi komitmen kami,” tegasnya. (jun/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta