Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kirana Rahadian Putri, Penyanyi Kafe yang Meraih Sejumlah Prestasi, Manggung Pertama Tidak Dibayar, Sekarang Bisa Bantu Ekonomi Keluarga

Ina Herdiyana • Selasa, 26 Maret 2024 | 22:53 WIB
MENGHIBUR: Kirana Rahadian Putri bernyanyi bersama grup musik Musician Project di Bazar Takjil Ramadan JPRM, Jalan Kesatrian, depan Kodim Sumenep, Minggu (17/3). (MOH. IQBAL/JPRM)
MENGHIBUR: Kirana Rahadian Putri bernyanyi bersama grup musik Musician Project di Bazar Takjil Ramadan JPRM, Jalan Kesatrian, depan Kodim Sumenep, Minggu (17/3). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEPRadarMadura.id – Kuncinya yakin, percaya diri, dan terus berlatih untuk mengembangkan bakat. Itulah yang menjadi pegangan Kirana Rahadian Putri dalam mengembangkan bakat di bidang musik.

Wajah Kirana Rahadian Putri mungkin tidak asing bagi peserta Bazar Takjil Ramadan JPRM yang berlokasi di Jalan Kesatrian, tepatnya di depan Kodim Sumenep. Dia aktif menghibur pengunjung yang sedang berburu takjil untuk buka puasa.

Sesekali Kirana menyapa peserta dan pengunjung bazar takjil saat tampil menghibur pada Minggu (17/3). Dia tampak menikmati suasana bazar takjil. Suara merdu perempuan berusia 20 tahun itu menemani langkah kaki masyarakat yang sedang memilih takjil di stan bazar.

Bakat menyanyi Kirana dirasakan sejak duduk di bangku SMP. Namun, dia baru menggeluti dunia musik empat tahun yang lalu. Dia berhasil mengeksplorasi kemampuan bermusik dengan maksimal.

Musik memberi kehidupan baru bagi Kirana. Sebab, selain menghasilkan pundi-pundi rupiah, dia berhasil meraih berbagai penghargaan dari kemampuan bernyanyi. Di antaranya, juara 1 se-Jatim kompetisi menyanyi yang diadakan kampus Unija Madura.

Kirana juga meraih juara 1 Bintang Radio Indonesia 2022 dan masuk 20 besar Pekan Seni Mahasiswa daerah di Malang. Pada 2019, dia keluar sebagai juara 2 Brawijaya Festival Se-Jatim. Tentu, kepiawaiannya dalam bernyanyi bisa membantu ekonomi keluarga. 

Remaja kelahiran 22 April 2003 itu mengaku tidak mengetahui jika memiliki bakat menyanyi. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Kirana lebih suka seni tari dibanding tarik suara. Dia tidak menyadari jika memiliki suara merdu.

Ketika duduk dibangku SMP, Kirana tidak sengaja bernyanyi saat duduk santai di rumahnya. Ternyata orang tuanya mendengarkan suara merdu Kirana. Sejak itulah kedua orang tuanya men-support dia agar fokus di bidang musik.

”Sebenarnya dulu saya sukanya di seni tari. Tapi, kata ortu, Kirana punya skill di musik dan mendukungnya dalam dunia tarik suara,” ujar Kirana.

Sejak itu, Kirana fokus berlatih dengan mengikuti les vokal ke sejumlah guru musik di Kota Keris. Sayangnya, belajar musik tidak dilanjutkan karena khawatir mengganggu aktivitas sekolahnya. Perempuan asal Desa Lalangon, Kecamatan Manding, itu memilih vakum sementara waktu di bidang musik.

Kirana mengatakan, sejak lulus SMA dirinya kembali fokus mengembangkan bakatnya di bidang menyanyi. Bakatnya disalurkan dengan membuat konten menyanyi pada 2021. ”Setelah buat konten, ada owner kafe yang nyuruh saya nyanyi. Tapi, saat itu belum dibayar karena masih fokus cari panggung,” katanya.

Alumnus SDN 1 Lalangon itu menyampaikan, menyanyi di berbagai kafe membuat dirinya banyak kenal dengan musisi Sumenep sehingga bergabung dengan mereka. Sejak itulah dirinya mendapatkan penghasilan manggung di berbagai tempat seperti kafe dan sebagainya.

”Jadi, sejak 2021 itu terjun lagi ke musik dan banyak kenal dengan musisi Sumenep,” ucapnya.

Kirana menuturkan, penghasilan manggung dimanfaatkan dengan baik. Sebagian diberikan kepada orang tua dan sebagian untuk tabungan pribadi. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kampusnya.

”Selama saya bernyanyi itu tidak lagi minta uang jajan ke ortu,” tutur alumnus SMPN 1 Sumenep itu.

Mahasiswa FISIP Jurusan Kebijakan Publik Unija Madura itu juga mengaku tidak mudah mengembangkan bakatnya. Semua dilalui dengan proses yang cukup panjang. Sebab, untuk bisa bernyanyi di depan banyak orang butuh proses.

Apalagi, Kirana cenderung pemalu sehingga harus latihan public speaking. ”Kalau nyanyi di atas panggung, kita kan butuh ngobrol dengan penonton,” ungkapnya.

Menurut dia, setiap orang punya bakat dan bisa mengembangkannya. Yang terpenting ada kemauan untuk belajar dan mendapat support dari orang tua, keluarga, serta lingkungan. ”Yang terpenting harus percaya diri dan terus berlatih mengembangkan bakat kita. Pasti akan membuahkan hasil,” tukas alumnus SMAN 1 Sumenep itu. (iqb/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#Bazar Takjil Ramadan #penyanyi #Manggung #berprestasi