Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Cara Nahdlatut Turots Menyelamatkan Karya Ulama, Telusuri Manuskrip, Mengkaji, lalu Dipamerkan

Hera Marylia Damayanti • Senin, 18 Maret 2024 | 15:20 WIB
DITELITI: Koordinator Nahdlatut Turots Utsman Hasan (pegang kitab) sedang menelaah sejumlah kitab di Pesantren Sembilangan Kramat Bangkalan. (NAHDLATUT TUROTS UNTUK JPRM)
DITELITI: Koordinator Nahdlatut Turots Utsman Hasan (pegang kitab) sedang menelaah sejumlah kitab di Pesantren Sembilangan Kramat Bangkalan. (NAHDLATUT TUROTS UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Agenda lembaga Nahdlatut Turots sudah tersusun sejak pertengahan Februari hingga minggu pertama Maret.

Sejumlah anggota ikut dalam rombongan untuk mendatangi sejumlah lokasi yang sudah ditentukan. Sedikitnya ada empat lokasi tujuan di daerah Bangkalan yang akan disambangi.

Lokasinya yakni Masjid Talonarah Alaskokon, Modung, dan Pondok Pesantren Sepuh Nurul Iman, Banyualet, Desa Tanah Merah Laok.

Selain itu, Langgar Sepuh Morombuh, Kwanyar dan Pondok Pesantren Sembilangan, Kramat, Bangkalan. Perjalanan dimulai Senin (19/2) dan berakhir Rabu (6/3).

Di empat lokasi itu, lembaga Nahdlatut Turots mencari dan mengkaji manuskrip. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, tepatnya 2021.

Hingga sekarang, ada 18 lokasi yang sudah disambangi untuk menelusuri keberadaan manuskrip.

Koordinator Nahdlatut Turots Utsman Hasan menyampaikan, lembaga ini terbentuk dilatarbelakangi keinginan untuk mengabadikan nama ulama melalui karya.

Sebab, sejarah akan mencatat dan mengabadikan sebuah karya. Karena itu, Nahdlatut Turots mengumpulkan manuskrip atau naskah peninggalan para ulama tersebut.

Pihaknya bergerak bersama tim preservasi. Sedikitnya, mereka punya dua alasan. Pertama, secara fisik ingin menyelamatkan karya para ulama.

Kedua, lembaganya ingin menghidupkan lagi nama ulama terdahulu yang mungkin sudah termakan waktu.

”Secara konten, kami ingin mengingatkan dan mengenalkan kembali nama kiai dan ulama yang saat ini telah terputus di ingatan masyarakat,” katanya Selasa (12/3).

Nahdlatut Turots berkeliling ke sejumlah lokasi yang terdata menyimpan manuskrip. Tim ini mendapat informasi dari warga dan keturunan ulama yang mewarisi manuskrip.

Total, sekitar 18 lokasi yang sudah disambangi. Tim berhasil menemukan dua ribu manuskrip.

”500 lebih di antaranya adalah karya ulama Bangkalan seperti bhuju’. Sedangkan untuk nama ulama yang kami temukan mencapai ratusan,” ungkapnya.

Utsman menyampaikan, terbaru pihaknya menemukan 13 nama ulama dari manuskrip yang ditemukan di empat lokasi di Bangkalan.

PENINGGALAN SEJARAH: Tim preservasi Nahdlatut Turots sedang mengumpulkan sejumlah manuskrip di Pesantren Sembilangan, Kramat, Bangkalan. (NAHDLATUT TUROTS UNTUK JPRM)
PENINGGALAN SEJARAH: Tim preservasi Nahdlatut Turots sedang mengumpulkan sejumlah manuskrip di Pesantren Sembilangan, Kramat, Bangkalan. (NAHDLATUT TUROTS UNTUK JPRM)

Lembaganya tidak hanya menggali sejarah ulama. Tapi, juga mengabadikan peninggalan manuskrip dengan cara digitalisasi untuk dijadikan katalog. ”Setiap manuskrip yang kami temukan, kami digitalisasi,” terangnya.

Pengurus Nahdlatut Turots Makrom Ubaid menambahkan, tim terus mencari dan mengumpulkan manuskrip.

Manuskrip yang ditemukan dijadikan bahan riset. Kemudian, hasil riset dijadikan objek pameran di sejumlah negara.

”Alhamdulillah, temuan kami ada yang sudah ikut pameran di Jakarta dan Balikpapan. Bahkan, ke Riyadh dan Malaysia,” imbuhnya.

Menurutnya, temuan manuskrip ini menambah kepercayaan terhadap kemampuan ulama Nusantara. Ubaid menilai, manuskrip bisa menjadi sumber referensi dalam menggali ilmu tertentu.

”Jadi, figur ulama ini bisa diikuti sesuai konsentrasi keilmuan. Misal mau jadi ahli nahwu, sufi, dan sebagainya,” pungkasnya. (ay/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#temuan #Nahdlatut Turots #Mengkaji #jejak peninggalan #karya ulama #ulama #sejarah #manuskrip