PAMEKASAN, RadarMadura.id – Hujan masih mengguyur bumi Pamekasan Rabu (13/3). Namun, tidak sederas yang terjadi sehari sebelumnya.
Genangan banjir di beberapa wilayah juga mulai surut. Warga pun kembali melakukan aktivitas masing-masing dengan normal.
Sementara sumur bor di dekat lahan milik Munirah masih menyemburkan air dengan volume cukup tinggi. Sumber air di Dusun Tlangi I, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, itu memang dinantikan saat hujan turun.
Masyarakat saling bergantian menuju sumur bor itu. Mereka membawa pakaian kotor dan berbagai perabotan untuk dicuci. Sesekali mereka membawa anak-anaknya untuk mandi atau sekadar bermain air.
”Bagi kami, hujan adalah berkah. Tidak perlu repot-repot menggunakan listrik untuk menggunakan air. Kami bisa memanfaatkan sumur bor itu,” ujar Sitti Murni, salah seorang warga yang memanfaatkan semburan air itu.
Ibu dua anak itu mengaku terbantu dengan sumur bor yang meluap itu. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Dia dan keluarganya bisa menghemat tagihan listrik untuk pemakaian air di rumahnya.
Sri Wahyuni, warga lain, juga senang jika sumur bor itu meluap setelah hujan deras. Sebab, anaknya yang masih berusia lima tahun senang bermain air. Dia memanfaatkan sumber tersebut sebagai wahana untuk bermain.
”Kalau sudah hujan deras, anak saya pasti langsung ngajak ke tempat itu. Dalam sehari bisa tiga kali mandi. Dengan adanya sumur bor ini, lumayan membantu juga sih bagi saya,” ungkap perempuan yang karib disapa Yuni itu.
Pemilik lahan, Munirah, menjelaskan bahwa sumur bor itu dibangun oleh iparnya tujuh tahun lalu. Saat itu, Dusun Tlangi I tengah dilanda kemarau panjang. Sehingga, warga kesulitan air.
Sumber air itu dialirkan ke beberapa rumah di dekat lokasi. Pemilik juga tidak memasang tarif pada masyarakat. Sebab, fasilitas itu dibangun untuk sedekah bagi warga.
”Sumur bor ini meluap kalau hujan deras. Kondisi ini bisa bertahan selama seminggu. Jika hujan tidak berhenti, luapan air bisa lebih dari seminggu,” tutur perempuan 66 tahun itu. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti