Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kreativitas Santri Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Karimiyyah Sumenep, Sulap Sampah Plastik Jadi Meja Ngaji dengan Konsep Ecobrick

Hera Marylia Damayanti • Senin, 11 Maret 2024 | 13:41 WIB
KREATIF: Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Karimiyyah Putri Virzannida Busyro (tengah) sedang mengajari santrinya mendaur ulang sampah plastik di pondoknya, Jumat (8/3). (MOH. IQBAL/JPRM)
KREATIF: Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Karimiyyah Putri Virzannida Busyro (tengah) sedang mengajari santrinya mendaur ulang sampah plastik di pondoknya, Jumat (8/3). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pantas saja lingkungan Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Karimiyyah Putri Desa Beraji, Kecamatan Gapura, bersih dan asri.

Tidak tampak sampah plastik berserakan. Ternyata, masing-masing santri sudah memungut dan menyimpan sampah plastik.

Pesantren ini mengajarkan santri mengelola sampah plastik dengan baik. Caranya, setelah mengonsumsi makanan atau snack berbungkus plastik tidak dibuang ke tempat sampah.

Tetapi, dibersihkan lalu disimpan. Sampah yang sudah bersih itu kemudian dimasukkan ke dalam botol hingga penuh.

Santri diharuskan menyetor sampah dalam botol kepada pengasuh pesantren. Usaha santri ini dibayar Rp 1.000 setiap botol yang berisi sampah plastik.

Tapi, jika santri diketahui membuang sampah plastik sembarangan dan tidak menyetor akan dikenakan denda.

Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Karimiyyah Putri Virzannida Busyro mengatakan, dirinya punya keinginan menjadikan pesantrennya sehat dan bersih.

Di antaranya, dengan menjaga lingkungan pesantren selalu bersih dan terbebas dari pencemaran sampah, utamanya sampah plastik.

”Kami di sini (pesantren) memiliki konsep harian. Anak-anak diajari untuk bertanggung jawab dengan sampahnya masing-masing,” katanya.

Menurutnya, selama ini sampah plastik menjadi masalah utama yang dapat merusak lingkungan.

Misal, pencemaran air dan tanah yang mengancam kelestarian alam dan sebagainya. Sehingga, keberadaannya selalu menjadi perhatian banyak pihak.

Namun, di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Karimiyyah Putri, sampah plastik bukan sumber masalah. Sebab, di tangan santri diubah menjadi benda yang bermanfaat.

Perempuan yang akrab disapa Ning Virza tersebut mengutarakan, pihaknya mewajibkan santri agar setiap bulan menyetor sampah plastik.

Itu dilakukan agar mereka memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Termasuk, mendorong mereka agar peduli terhadap sampah.

Sampah yang disetor harus bersih, kering, dan dikemas dalam botol. ”Jadi, setiap bulan, santri wajib mengumpulkan sampah kering plastik,” tuturnya.

Ning Virza juga menjelaskan, sampah yang dikumpulkan santri didaur ulang. Pihaknya menerapkan konsep ecobrick.

Yakni, metode recycle atau daur ulang sampah yang digagas seorang warga negara asing. Metode ini dipelajarinya melalui YouTube dan diaplikasikan di pesantren.

”Kami adaptasi di sini (pesantren). Jadi sampahnya itu kami daur ulang, menjadikan sampah plastik ini sebagai meja ngaji,” terangnya.

Dia mengungkapkan, metode ini sudah dijalankan selama satu setengah tahun. Sekarang santri menggunakan meja hasil daur ulang sampah plastik saat belajar ngaji. Dengan cara ini, Ning Virza mengajarkan santri untuk cinta terhadap lingkungan.

”Ini salah satu upaya kami untuk mengajarkan anak-anak bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing,” ungkapnya. (iqb/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sampah plastik #sulap #ecobrick #ponpes #Al Karimiyyah Putri #Virza #peduli lingkungan