Penyematan gelar nama kekerabatan keraton tidak bisa diberikan sembarangan. Mereka yang mendapat penganugerahan tersebut harus berjasa pada masyarakat. Seperti yang diterima oleh Pengusaha Tembakau Madura Khairul Umam ataunyang lebih akrab disapa Haji Her.
MOH. IQBAL AFGANI, Jawa Pos Radar Madura
Iring-iringan peserta pawai tiba di Makam R. Alsari di Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (29/2). Harum dupa menyerbak di sepanjang jalan menuju lokasi makam. Aromanya menambah khidmat suasana tersebut.
Di belakang peserta pawai, terlihat keluarga Keraton Surakarta. Mereka berziarah ke makam mertua dari Susuhunan Pakubuwono IV itu usai menyematkan sesebatan atau gelar kehormatan pada pria yang karib disapa Haji Her.
Haji Her terlihat santai berjalan sembari mengobrol bersama Ketua Tim Hukum Keraton Surakarta Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy Wirabhumi. Keduanya tampak berkharisma saat menggunakan pakaian adat Keraton Surakarta.
Baca Juga: Ketua P4TM H Her Buka Suara Agar Petani Tembakau Madura Sejahtera
”Sekarang namanya (Haji Her) menjadi Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Khairul Umam Hadinagoro. Itu merupakan gelar kehormatan untuk tokoh atau pemimpin yang berjasa kepada masyarakat,” ujar KPH Eddy Wirabhumi.
Pria bergelar doktor itu mengungkapkan, penyematan gelar pada Haji Her murni merupakan usulan dari keluarga keraton. Khususnya, yang diyakini keraton mampu berkarya, melestarikan budaya, dan menjaga keberagaman.
”Pamekasan dan Surakarta ini satu-kesatuan yang tidak bisa dipisah. Kemudian, ada aspirasi yang mengusulkan Haji Her ini untuk mendapat gelar kehormatan. Mengingat, jasa dan kebaikannya terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Tidak Terduga, Ternyata Begini Alasan Penundaan Solo Leveling Episode 8
Eddy menjelaskan, tidak ada tugas khusus yang diberikan pada Haji Her usai pemberian gelar tersebut. Dia berharap agar hal itu bisa menginspirasi. Sehingga, terjalin tali silaturahmi antara Haji Her dan keluarga Keraton Surakarta.
”Mudah-mudahan terlahir Khairul Umam yang lebih banyak lagi yang berbuat untuk masyarakat. Yang terpenting adalah pemberian gelar KRT tersebut bisa dijaga dengan baik. Artinya, tidak sampai ternodai,” pintanya.
Sementara itu, KRT Khairul Umam Hadinagoro mengatakan, pemberian gelar tersebut merupakan sebuah kehormatan yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Bagi dia, hal itu menjadi anugerah yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Baca Juga: Lampaui Perolehan Kursi PKB, PDI Perjuangan Rebut Jatah Ketua DPRD di Sumenep
”Alhamdulillah, saya bersyukur dan tidak menyangka. Saya baru dikabari dua hari yang lalu dari pihak keluarga keraton. Saya tidak mengetahui juga kenapa bisa saya yang dipilih dan diberikan gelar kehormatan tersebut,” tuturnya.
Meski mendapat gelar kehormatan, Haji Her tak jumawa. Dia berjanji akan terus berbuat baik untuk masyarakat. Dia percaya bahwa akan ada hal baik jika saling membantu. Terutama, bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.
”Berbuat baik itu tidak ada habisnya dan tidak ada ruginya. Maka, niatkan bantuan yang kita berikan itu untuk sedekah. Saya yakin Tuhan akan membalasnya dengan berkali lipat. Gelar ini juga bonus dari kebaikan kita,” tukasnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto