PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jeruk sunkist tidak hanya berbuah lebat di California, Amerika. Tanah Madura juga bagus untuk ditanami buah ini.
Buktinya, Sikyati menanam jeruk sunkist di pekarangan rumahnya di Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Bibit jeruk sunkist didapat dari dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) lima tahun yang lalu.
Kemudian, ditanam untuk mempercantik pekarangan rumahnya. Tak disangka, buahnya tumbuh lebat.
Ibu dua anak itu menerangkan, jeruk sunkist bisa berbuah sepanjang musim. Untuk menunggu hingga berbuah membutuhkan waktu satu tahun.
Sebab, ketika usia satu tahun, ketinggian pohon jeruk sunkist bisa mencapai satu meter.
”Memang tidak terlalu tinggi pohonnya karena tidak tumbuh ke atas. Tapi, tetap lebat buahnya,” terangnya.
Meski begitu, lebat tidaknya buah ini bergantung pada musim. Perempuan kelahiran 1971 itu menyebut, jeruk sunkist miliknya berbuah sangat lebat.
Namun, ukurannya lebih kecil saat musim hujan. Saat musim kemarau, buahnya tidak lebat, tapi ukurannya lebih besar.
Menurutnya, menanam buah tersebut memang tidak perlu pupuk. Yang penting, serapan air cukup untuk membantu proses pertumbuhannya. ”Yang lama itu proses matangnya, membutuhkan waktu kisaran tiga bulan,” paparnya.
Sikyati menuturkan, saat masih muda, jeruk sunkist tersebut berwarna hijau tua. Ketika matang, warnanya akan berubah menjadi kuning.
Baca Juga: Pemungutan Suara Tiga TPS Diulang, Bawaslu Bangkalan: Animo Masyarakat Masih Tinggi
Tapi, meskipun kuning di pohon, hendaknya tidak dipetik terlebih dahulu, menunggu jatuh sendiri.
Dia menambahkan, jeruk tersebut bisa dikonsumsi buahnya saja atau dibuat jus. Tapi, yang paling enak dibuat rujak dengan sambal petis dicampur kacang.
”Meski berbuah lebat, saya tidak menjualnya. Hanya disedekahkan pada warga yang menginginkan,” paparnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKPP Pamekasan Farmita Arista Wulandari menyampaikan, cara menikmati buah jeruk sunkist tidak sama dengan jeruk pada umumnya.
Tidak perlu mengupas kulitnya karena tinggal diiris. ”Harus diiris menjadi beberapa bagian, langsung bisa dimakan,” katanya.
Wulan menuturkan, kandungan vitamin jeruk sunkist sama seperti jeruk yang lain. Yakni, kaya akan vitamin C yang bagus untuk mengatasi sariawan, gusi berdarah, kekebalan tubuh, dan lain sebagainya.
”Rasa kecut pada jeruk sunkist bagus untuk penderita penyakit asam lambung lantaran akan menjadi basa. Karena asam yang dikandungnya alami,” tuturnya.
Dokter Spesialis Mikrobiologi RSUD Smart Pamekasan Swiandini Kumala mengungkapkan, jeruk sunkist sama dengan jeruk lokal.
Yang membedakan yakni ukurannya. ”Ukuran jeruk sunkist lebih besar dan warna kulitnya yang berbeda dengan jeruk lokal,” terangnya.
Menurutnya, kandungan yang ada pada jeruk sunkist sama-sama mengandung antioksidan seperti jeruk lokal.
Manfaatnya yakni untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh.
”Untuk konsumsi yang aman, maksimal 150 gram per hari atau setara dengan 2 hingga 3 buah jeruk sehingga tidak ada efek sampingnya,” paparnya. (*/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti