Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Filosofi Sepasang Keris Tresno Gati dan Yudho Gati, Mengajarkan Prinsip Hidup Seorang Pemimpin

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 16 Februari 2024 | 17:49 WIB
KARYA BUDAYA: Kades Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Hadi Sudirfan menunjukkan sebilah keris Tresno Gati miliknya saat ditemui di Balai Galeri Keris, Senin (12/2). (MOH. BUSRI/JPRM)
KARYA BUDAYA: Kades Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Hadi Sudirfan menunjukkan sebilah keris Tresno Gati miliknya saat ditemui di Balai Galeri Keris, Senin (12/2). (MOH. BUSRI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Meski tidak bisa dijauhkan dari hal mistis, keris memiliki filosofi yang dapat dijadikan prinsip dalam hidup.

Sehingga, bisa menjadi media introspeksi diri untuk menjadi lebih baik. Seperti filosofi yang terdapat pada keris Yudho Gati (jhuda gate) dan Tresno Gati (tresna gate).

Dua keris tersebut diibaratkan sebagai pasangan. Sehingga, keduanya saling melengkapi satu sama lain.

Sepasang keris tersebut sangat identik hubungannya dengan karakter kehidupan seorang pemimpin atau raja.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang filosofi sepasang keris tersebut, Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung ke Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Senin (12/2).

Di desa wisata 1.000 empu tersebut, keberadaan berbagai macam keris masih lestari. Tidak terkecuali, keris Yudho Gati dan Tresno Gati.

Saat koran ini mulai memasuki Desa Aeng Tongtong, bunyi dentingan besi terdengar dari segala arah mata angin.

Di sela-sela itu, bunyi gerinda juga cukup nyaring terdengar. Artinya, para empu keris sedang membuat keris.

Kedatangan koran ini disambut hangat oleh Kepala Desa Aeng Tongtong Hadi Sudirfan.

Sebagai orang yang cukup mengerti tentang keris, dia mulai menyampaikan tentang filosofi sepasang keris khas Sumenep, yaitu keris Yudho Gati dan Tresno Gati.

Menurut dia, keris Yudho Gati dan Tresno Gati tangguh Sumenep, merupakan mahakarya seni ukir yang memancarkan keindahan.

Sepasang keris tersebut saat ini tidak sekadar dikenal di Sumenep, tetapi sangat diminati oleh pencinta keris di Nusantara.

Dari hal itu, dia menganggap keberadaan keris Yudho Gati dan Tresno Gati sebagai buah kehebatan budaya.

Keris Yudho Gati melambangkan sebuah keberanian dan ketangguhan. Hal itu bisa dilihat dari bentuk bilahnya yang kokoh.

”Bilahnya yang kuat, menunjukkan semangat pantang menyerah. Mencerminkan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup,” ungkapnya.

Filosofi keris ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran hidup bagi seorang raja atau bahkan pemimpin negeri.

Dengan meneladani filosofi keris Yudho Gati sebagai prinsip hidup, maka seorang pemimpin dapat memiliki tekad yang tangguh.

Pemimpin yang memegang teguh prinsip seperti filosofi keris Yudho Gati, memiliki karakter kesatria yang pantang mundur di medan pertempuran.

Namun, meneladani sifat atau karakter yang terdapat pada keris Yudho Gati, belum dianggap cukup.

Lebih-lebih, bagi seorang pemimpin. Sikap gagah berani dan berwibawa, bisa membuat seseorang lupa daratan. Sehingga, bisa berakibat sombong dan congkak.

Karena itu, Yudho Gati membutuhkan Tresno Gati sebagai pelengkap. Bersikap rendah hati kepada masyarakat kecil.

Mengayomi dan membantu masyarakat tidak mampu. Begitulah pemimpin yang sangat didambakan rakyat.

”Kalau keris Tresno Gati dengan bilahnya yang elegan dan tajam, mencerminkan harmoni dalam kehidupan,” ujarnya.

Keharmonisan dalam hidup adalah suatu hal yang sangat penting. Sebab, dengan begitu, persatuan dan kesatuan bangsa dapat dirajut dengan baik.

Baca Juga: KPU Sampang Tegaskan Hoaks, Pencoblosan Surat Suara sebelum Pemilu di Desa Gunung Kesan

Bahkan, makna harmoni pada filosofi keris Tresno Gati bukan sekadar untuk sesama manusia. Tetapi, juga meliputi keharmonisan dengan alam dan Tuhan.

”Menjadi seorang pemimpin tidak hanya bermodal kekuatan dan kewibawaan. Tetapi, juga harus welas asih terhadap rakyatnya,” ucap Hadi.

Melalui filosofi keris Tresno Gati, maka pemiliknya dapat selalu belajar menjadi manusia yang baik dan bermanfaat.

Yaitu, dengan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, kedamaian, dan keharmonisan antarsesama anak bangsa. ”Sehingga, mampu tercipta kehidupan sosial yang seimbang,” tegasnya.

Jika diibaratkan dengan kehidupan pasangan suami istri, Yudho Gati adalah sosok lelaki perkasa yang siap berjuang keras untuk melindungi kekasihnya.

Sedangkan, Tresno Gati adalah sosok perempuan yang memberikan kesejukan dan penuh kasih sayang.

jika sepasang keris tersebut dipersatukan, dapat menciptakan sebuah kehidupan yang penuh keselarasan. Yaitu, antara keindahan dan keberanian.

Dalam kehidupan manusia, keselarasan tersebut dapat direalisasikan dengan lakon fisik yang luhur, serta diseimbangkan spiritualitas dengan lakon batin yang taat kepada Tuhan.

”Jadi, sepasang keris ini tidak hanya sebagai senjata tradisional. Tetapi, juga sebagai simbol kearifan lokal yang dapat menginspirasi dan memberikan pandangan mendalam tentang kehidupan,” pungkasnya. (bus/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#keris #Yudho Gati #Seorang Pemimpin #Tresno Gati #Kehidupan #Pusaka #Desa Aeng Tongtong #filosofi