Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Nur Aida Apriliyani, Duta Kampus IAIN Madura

Abdul Basri • Senin, 30 Oktober 2023 | 03:08 WIB

 

Nur Aida Apriliyanti. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
Nur Aida Apriliyanti. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

 

Ikuti Miss Jatim, Kenalkan Budaya Carok dan Kesetaraan Hak Perempuan

 

Peran anak muda, termasuk perempuan dalam mendorong kemajuan daerah sangat penting. Pemuda juga memiliki peran penting dalam menepis penilaian negatif terkait carok di Madura.

Begitulah misi yang akan dibawakan duta kampus IAIN Madura 2023 Nur Aida Apriliyani dalam ajang Miss Jawa Timur 2023.

 

UBAIDILLAHIR RA’IE, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

KAFE Insomnia yang berada di Jalan Panglegur dekat kampus IAIN Madura itu ramai, Jumat (27/10).

Padahal, jarum jam masih menunjuk angka 18.30. Mahasiswa terlihat sibuk bercengkerama dan berdiskusi dengan temannya.

Kafe ini menjadi tempat pertemuan JPRM dengan Nur Aida Apriliyani, duta kampus IAIN Madura yang berhasil menjadi finalis Miss Jawa Timur 2023.

Dara 21 tahun itu ditemani dua orang temannya dan menceritakan awal mula bisa masuk ajang bergengsi tersebut.

Awalnya, peserta audisi Miss Jatim itu sebanyak 55 orang. Mereka mengikuti serangkaian audisi yang dilakukan panitia. Saat ini tinggal 10 orang yang masuk tahapan grand final.

Grand final akan digelar pada 12 November 2023,” katanya.

Dalam ajang bergengsi tingkat regional itu, dara yang karib disapa Aida itu mengusung dua gagasan. Yakni, budaya dan kesetaraan gender.

”Temanya bebas, saya tertarik untuk mengusung dua tema itu,” terangnya.

Mahasiswi semester 5 itu menerangkan, budaya yang diusung untuk dipresentasikan pada Miss Jatim tersebut yakni carok. Bagi orang luar, Madura dikenal negatif karena adanya carok.

”Madura itu keras dan penuh dengan carok bagi orang yang tidak tahu. Saya pun sebelumnya dilarang kuliah di Madura, takut. Namun, nyatanya tidak,” ujar dara asal Sidoarjo itu.

Menurut dia, pemahamana orang luar tentang carok itu banyak keliru. Melalui Miss Jatim dirinya akan memperkenalkan secara detail terkait carok.

”Akan dikenalkan bahwasanya orang Madura itu tidak semuanya keras. Setiap masalah tidak semuanya diselesaikan dengan carok.

Carok itu dilakukan saat sudah tidak ada cara lain untuk mempertahankan harga diri. Bagi orang Madura, harga diri sangat penting,” ujarnya.

Gadis 21 tahun itu menerangkan, tema yang kedua yakni tentang kesetaraan hak perempuan. Kebanyakan, perempuan disepelekan dan kurang dihargai.

Misalnya, dipandang sebelah mata ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena kodrat perempuan tidak jauh-jauh dari sumur, dapur, dan kasur.

Aida juga akan mengenalkan potensi wisata yang ada di Pamekasan. Sebab, destinasi tersebut sejauh ini dirasa belum banyak diketahui khalayak umum.

”Inisiatif saya saat mengikuti grand final juga akan turut memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Pamekasan,” katanya.

Sebelumnya, Aida dikenal sebagai perempuan introvert. Namun, dia memberanikan diri untuk terus mencoba mengikuti event bergengsi seperti Duta Kampus dan Miss Jatim agar lebih terbuka.

”Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa dan bisa bikin bangga orang tua,” tutupnya. (*/pen)

Editor : Abdul Basri
#Nur Aida Apriliya #Kafe Insomnia #iain madura #Miss Jatim #Duta Kampus