SUMENEP, RadarMadura.id – Yofa Cahyalis Putra adalah putra terbaik asal Kota Keris. Yofa baru saja mendapat penghargaan sebagai Duta Kesenian Jawa Timur (Jatim). Dia berhasil meraih juara pertama.
Untuk bisa sampai ke titik ini, ada banyak perjuangan yang dilalui. Pahit manis asam garam dia rasakan. Belum lagi, latar belakangnya yang berasal dari pulau terpencil di ujung geografis Sumenep. Yaitu, Pulau Sapeken.
Masa kecil Yofa tidak pernah diwarnai dengan ingar bingar kehidupan sosial seperti di kota. Sebab, kampung yang dia tempati sungguh terpencil. Maklum, jika pemikiran yang terbangun di tengah masyarakat juga sangat minim untuk bisa sadar akan pentingnya pendidikan.
Hal itu disadari oleh Yofa. Karena itu, dia memiliki cita-cita besar untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa anak muda asal kepulauan bisa berprestasi. Untuk mencapai hal itu, tentu jalan utamanya dengan berpendidikan.
”Banyak teman saya yang putus sekolah di kampung. Padahal, pendidikan itu sangat penting untuk kita,” katanya di sela-sela bercerita tentang proses yang dijalani untuk meraih prestasi.
Bermula saat menjadi mahasiswa, karier Yofa dalam ajang pemilihan duta berprestasi mulai naik. Dia tercatat sebagai mahasiswa Uniba Madura pada 2022. Pada tahun yang sama, dia mengikuti pemilihan duta kampus.
Meski belum genap setahun menjadi mahasiswa, dia berhasil meraih juara 4 kategori duta favorit kampus. Keinginan dan usaha untuk terus mengembangkan karier konsisten dia dilakukan.
Salah satunya dengan mengikuti pelatihan khusus tentang kedutaan. Mulai dari sikap hingga materi pengetahuan yang penting untuk dimiliki. Kemudian, pada awal 2023, dia mendaftar dalam ajang pemilihan Kacong dan Cebbing Sumenep.
Acara tersebut digelar oleh pemerintah kabupaten (pemkab). Tiga penghargaan sekaligus mampu dia dapatkan dalam ajang tersebut. Meliputi juara harapan 2 Kacong Semenep, penghargaan Kacong Berbakat, dan penghargaan Kacong Persahabatan. ”Saat itu saya memecahkan rekor sebagai peserta penerima tiga penghargaan sekaligus,” tuturnya.
Bakat yang dia miliki terus ditempa. Hingga pada Agustus lalu, dia mendapat informasi pemilihan Duta Kesenian Jatim 2023. Dalam ajang regional ini, capaian prestasi yang didapatkan kian meningkat. Yaitu, berhasil meraih Juara 1 Putera Kesenian Jatim 2023.
Dalam ajang ini, Yofa tidak sekadar ingin merebut prestasi. Namun, juga ingin mendongkrak kesadaran positif masyarakat. Khususnya, terhadap dunia kesenian di balik kehidupan para narapidana.
Materi advokasi yang diusung Yofa dalam ajang pemilihan Duta Kesenian Jatim ini mengangkat tentang kesenian yang digeluti para narapidana. Yaitu, seni membatik di dalam kurungan jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep.
”Saya sengaja bekerja sama dengan rutan untuk mengangkat kesenian yang digeluti para narapidana. Sebab, itu sangat unik untuk disosialisasikan,” ujarnya.
Selama ini, kata dia, pandangan masyarakat terhadap narapidana cenderung negatif. Terutama, bagi mereka yang masih dikurung dalam jeruji besi rutan. Padahal, setiap manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan. Hanya, terkadang tidak sampai dijebloskan ke dalam penjara.
Untuk itu, Yofa menganggap, tidak ada manusia yang pantas mengaku benar seutuhnya. Juga demikian bagi para narapidana, tidak seutuhnya dapat dicap sebagai orang yang salah. Meskipun secara hukum, narapidana telah divonis sebagai orang yang melanggar peraturan perundang-undangan.
”Setiap orang pasti memiliki kesalahan. Maka, tidak perlu terlalu fanatik menilai narapidana dengan pandangan buruk,” ucapnya.
Jeruji besi penjara adalah tempat narapidana untuk berproses kembali menjadi orang baik. Hal itu secara jelas ditemukan Yofa saat melakukan penelitian untuk materi advokasi yang akan diusung dalam ajang pemilihan Duta Kesenian Jatim.
”Narapidana di Rutan Kelas II-B Sumenep memiliki usaha membatik. Bahkan, hasil produksinya sangat laris di pasaran,” tuturnya.
Dengan begitu, narapidana yang telah divonis bersalah ini dianggap dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Aktivitas kesenian membatik di dalam Rutan Kelas II-B Sumenep merupakan hal penting yang perlu diketahui banyak orang.
”Materi advokasi yang saya bawa ternyata mampu menarik perhatian juri sehingga mampu mengantarkan saya meraih juara pertama,” ucapnya. Yofa membuktikan, anak pulau juga bisa tampil memukau dalam ajang yang diselenggarakan oleh PT Simpor Grup tersebut. (bus/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia