Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bonsai Beringin Kimeng Milik Zudan di Festival Rubi Pamekasan

Abdul Basri • Jumat, 7 Oktober 2022 | 04:12 WIB
PUNYA NILAI TAWAR: Bonsai beringin kimeng di Festival Rubi Pamekasan kemarin. (MOH. IQBAL AFGANI/Radarmadura.id)
PUNYA NILAI TAWAR: Bonsai beringin kimeng di Festival Rubi Pamekasan kemarin. (MOH. IQBAL AFGANI/Radarmadura.id)
Menggeluti seni tanaman bonsai tidak mudah. Butuh ketelatenan dan kesabaran. Sebab, untuk menghasilkan karya yang bagus, butuh waktu hingga puluhan tahun.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

Lapangan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur IV Pamekasan sedikit berbeda kemarin (5/10). Setiap sudut ditutupi kain berwarna putih. Di dalamnya terdapat ratusan tanaman bonsai. Mulai dari ukuran mini hingga besar.

Seniman bonsai yang tergabung dalam komunitas Rumah Bonsai Indonesia (Rubi) sengaja berkumpul di lokasi tersebut. Mereka mengikuti festival bonsai yang digelar selama sembilan hari berturut-berturut. Terhitung sejak 1–9 Oktober. Total ada 336 pohon.

Dalam pameran bonsai tersebut, satu tanaman terlihat lebih mencolok dibanding yang lain. Jenisnya adalah beringin kimeng atau ficus microcarpa dengan ukuran yang cukup besar. Posisinya tepat berada di depan pintu masuk. Lima bendera tertancap di media tanam.

Lima bendera itu menandakan peringkat dari bonsai tersebut. Dalam kontes itu, tanaman itulah yang didapuk sebagai best in show. ”Oh yang ini milik Zudan Arif Fakrulloh dari Bekasi,” ujar salah seorang juri Handoko Yudo Agus saat ditemui di lapangan.

Zudan, kata Handoko, memang seorang kolektor tanaman bonsai. Beringin kimeng yang dibawanya juga sering meraih juara di berbagai kontes Rubi. Tak heran, kepopuleran tanaman tersebut meningkat tajam. Jika ditaksir, harganya bisa mencapai Rp 2 miliar lebih.

Dia menjelaskan, bonsai itu telah memenuhi kriteria pohon besar dari gerak dasar. Dari sisi kematangan juga sudah sampai cucu ranting. Sementara dari segi tampilan juga sudah pas. Secara total performance, pohon tersebut sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh juri.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Rubi itu menerangkan bahwa bonsai jenis beringin kimeng sudah ada di tangan Prof Zudan sejak 2011. Awal masuk kontes, belum mendapat penghargaan. ”Baru bisa maksimal sejak dua tahun terakhir,” sambungnya.

Sementara itu, kolektor bonsai asal Pamekasan Achmad Imam mengaku bahwa menekuni seni tanaman bonsai memang tidak mudah. Namun, ada kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang memiliki hobi tersebut sehingga bisa menikmati setiap proses dalam merangkai bonsai.

Jika berhasil dirangkai dengan baik, tentu ada rasa kebanggaan tersendiri. Apalagi, karya yang dihasilkan bisa memiliki nilai jual. ”Saya yakin kalau ada usaha dan tekun untuk belajar, hasilnya tak akan sia-sia. Cuan pun ikut masuk ke kantong seniman bonsai,” imbuhnya.

Festival Rubi digelar sebagai wadah untuk menjalin silaturahmi sesama seniman. Tak terkeculi masyarakat Pamekasan secara umum. ”Kami ingin mengajak bersama-sama mencintai lingkungan hidup melalui kepedulian terhadap tanaman,” tukasnya. (*/han) Editor : Abdul Basri
#Festival Rubi Pamekasan #Bonsai #bonsai beringin