Warga Kota Bahari harus waspada. Sebab, coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus meningkat. Indikasinya, jumlah pasien yang positif terus bertambah. Apa saja yang dilakukan pemkab setempat.
ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura
PENINGKATAN kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Bangkalan. Tapi, mulai merambah kabupaten terdekat. Itu setelah jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Sampang terus melonjak. Kemarin (23/6) saja terdapat tambahan kasus sebanyak 19 pasien. Belasan orang itu dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).
Para pengidap virus yang kini bermutasi tersebut tidak semuanya dirawat di rumah sakit. Sebagian ada yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Salah satu pertimbangannya, kapasitas rumah sakit sangat terbatas. Konon, kapasitas RSUD dr Mohammad Zyn (RMZ) Sampang tidak lebih dari 70 orang.
Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, beberapa langkah sudah dilakukan institusinya dalam menangani pasien Covid-19. Salah satunya, menyiapkan ruang khusus bagi pasien yang terpapar virus korona di RMZ Sampang. ”Sebab, saat ini hanya RSUD yang menjadi rujukan pasien Covid-19,” katanya.
Menurut dia, Pemkab Sampang sudah menyiapkan tempat karantina di gedung balai latihan kerja (BLK) milik DPMPTSP dan Naker Sampang. Terdapat 17 kamar yang disediakan untuk menampung masyarakat yang diduga terpapar Covid-19. Setiap kamar tersedia empat bed. ”Sekarang sudah ada tiga orang yang dikarantina di BLK. Semuanya hasil penyekatan,” katanya.
Jika merjuk data persebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang, jumlah kasus aktif sudah mencapai 111. Pasien yang tidak memiliki gejala (OTG) disarankan menjalani isoman. ”Sementara, pasien yang mengalami gejala diarahkan menjalani perawatan di RMZ Sampang,” paparnya.
Dijelaskan, semula RMZ Sampang menyiapkan 27 bed di ruangan isolasi. Namun karena kasus mengalami peningkatan, RMZ Sampang akhirnya menambah ruang rawat inap. ”Mungkin pasien Covid-19 yang dirawat sekarang sekitar 64 orang. Paling tidak, kita bisa menampung hingga 70 pasien,” ulasnya.
Agus menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memprediksi kapan puncak peningkatan kasus Covid-19 di Sampang. Sebab, jumlah kasus Covid-19 terus bertambah. Namun, institusinya sudah mengantisipasi dan menyiapkan RSD Ketapang sebagai tempat alternatif untuk menampung pasien Covid-19 jika RMZ Sampang penuh.
”Kita terus memantau kondisi pasien. Ketika kapasitasnya tidak memungkinkan, kita menyiapkan RSD Ketapang dan BLK,” ungkapnya.
Editor : Abdul Basri