Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nur Anisa Maharani, Bayi 7 Bulan Menderita Lymphangioma sejak Lahir

Abdul Basri • Rabu, 25 Desember 2019 | 02:55 WIB
Nur Anisa Maharani, Bayi 7 Bulan Menderita Lymphangioma sejak Lahir
Nur Anisa Maharani, Bayi 7 Bulan Menderita Lymphangioma sejak Lahir

Orang tua akan berusaha sekuat tenaga demi masa depan sang buah hati. Khoirotun Nisa pun demikian. Dia tengah berjuang untuk menyembuhkan penyakit lymphangioma yang menjangkiti anaknya.



KHOIROTUN Nisa tinggal di Gang V Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan. Di Sabtu siang (21/12) yang cerah, rumah perempuan 22 tahun yang menghadap timur itu dipadati tamu.


Mereka ingin menjenguk Nur Anisa Maharani, putri pertama Khoirotun Nisa. Tak lama berselang, Khoirotun Nisa keluar dari kamar dengan menimang buah hatinya.


Dia lalu menemui tamu dan RadarMadura.id yang berniat menjenguk dan memberikan santunan. Nur Anisa Maharani terlihat segar. Rupanya baru saja selesai dimandikan.


Sesekali Nur Anisa tertawa ketika dihibur oleh tamu yang datang. Sepintas, bayi 7 bulan itu seperti tidak menderita penyakit.


Tiba-tiba Khoirotun Nisa menangis tersedu-sedu saat memperlihatkan kondisi anaknya kepada tamu dan sejumlah wartawan. ”Anak saya sejak lahir sudah mengalami penyakit lymphangioma. Kondisi paha hingga kaki sebelah kirinya membesar,” tuturnya sambil menghapus air mata.


Khoirotun Nisa melahirkan anak pertamanya lewat operasi Caesar di RSU Moh. Noer Pamekasan. Saat itu anaknya langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya setelah diketahui menderita lymphangioma. ”Saat itu saya tidak ikut karena masih baru lahiran,” ceritanya.


Di rumah sakit tersebut Nur Anisa hanya diberikan obat oleh dokter. Bahkan, kondisi bayi yang lahir pada 20 Mei 2019 itu tidak ada perkembangan sampai saat ini. Ukuran paha dan betis makin membesar seperti ukuran paha orang dewasa.


”Sejak umur tiga bulan tambah besar hingga saat ini. Saya setiap bulan mengontrol anak ke Surabaya. Tapi, tetap saja tidak ada perubahan atau perkembangan,” ujarnya.


Sampai saat ini tidak ada penjelasan kenapa tidak dilakukan tindakan operasi. ”Apakah karena kami ikut BPJS kesehatan, saya tidak tahu,” keluhnya.


Sementara itu, Zahro, 44, ibu Khoirotun Nisa, tidak tega ketika cucunya menangis menahan sakit. Dia berharap ada orang yang bisa mencarikan solusi dan membantu menyembuhkan penyakit yang diderita cucunya.


”Kalau nangis sampai seperti orang pingsan. Saya tidak tega melihatnya. Hampir tiap malam menangis karena menahan sakit,” katanya.

Editor : Abdul Basri