Jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah yang dirasakan komika Dodit Mulyanto saat berkunjung ke Sumenep.
BADRI STIAWAN, Kota
SUASANA Bazar Takjil Ramadan lebih ramai dari biasanya Senin (27/5). Ratusan warga datang ke Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Pajagalan, untuk membeli makanan. Para pedagang sibuk melayani pembeli.
Di depan Museum Keraton Sumenep, warga berkerumun. Pria berbaju putih di atas mobil panggung menjadi sorotan. Komika kondang Dodit Mulyanto sedang melancarkan aksinya mengocok perut pengunjung. Wajah lugu dan cara bicaranya yang pelan mengundang tawa pengunjung.
Usai menghibur, stand up comedian yang kerap mengaku orang Jawa dan memegang erat budaya Eropa itu bersedia diwawancarai JPRM. Dia menyampaikan kesannya menghibur masyarakat di Kota Keris.
”Pertama kali saya ke Sumenep. Sumenep ternyata keren. Banyak situs sejarah. Ramah. Kulinernya enak-enak,” ucapnya.
Kedatangannya ke Sumenep tidak ingin disia-siakan begitu saja. Selain menikmati kuliner, Dodit mengaku akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata. Komedian asal Surabaya itu memilih bermalam di Kota Sumekar untuk lanjut jalan-jalan keesokan harinya.
”Nginep di Sumenep. Besok (hari ini, Red) mau jalan-jalan ke Kangean. Ke pulau. Mau lihat Rusa. Gak ada ya?” candanya.
Dodit menyebut masyarakat di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini luar biasa. Masyarakat cukup apresiatif jika ada pertunjukan. Dia mengaku sangat senang dengan antusiasme masyarakat Sumenep.
Sebelum tampil, Dodit menyempatkan berkunjung ke Museum Keraton Sumenep. Melihat sisa-sisa peninggalan sejarah. Termasuk mengunjungi kolam Pottre Koneng yang dipercaya memiliki sejumlah manfaat.
”Di keraton, ke ruangan-ruangan seperti ke dapur, ke ruangan yang menyimpan tempat tidur raja. Sama cuci muka di air yang dipercaya bisa awet muda, mendatangkan jodoh, dan bisa meningkatkan keimanan,” kata Dodit.
Ditanya sudah bertemu jodoh di Sumenep, Dodit mengaku belum. Tapi, dia mengaku ingin. ”Belum. Pengen. Saya juga pengen tongkat Madura. Itu (tongkat Madura, Red), wah,” ucapnya.
Sebelum ke Sumenep, Dodit mengaku pernah berkunjung ke Bangkalan. Namun, kunjungannya ke Sumenep lebih berkesan. Menurut dia, Sumenep dengan Jawa banyak kemiripan. Dari bahasa hingga kebudayaannya.
”Bahasa-bahasanya ada beberapa yang sama. Ada wayang, keris. Saya mau balik lagi ke Sumenep. Mau explore Sumenep. Biar orang Indonesia tahu Sumenep itu seperti apa,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri