Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rafika Romadona, Bocah yang Mengidap Penyakit Kelainan Kulit

Abdul Basri • Jumat, 1 Maret 2019 | 20:00 WIB
Rafika Romadona, Bocah yang Mengidap Penyakit Kelainan Kulit
Rafika Romadona, Bocah yang Mengidap Penyakit Kelainan Kulit


Rafika Romadona tidak seperti anak seusianya. Gadis 6,5 tahun itu merasakan sakit sejak bayi.


DARUL HAKIM, Sampang


RASA iba langsung menyelimuti diri ketika melihat kondisi Rafika Romadona. Buah hati pasangan suami istri (pasutri) Abdul Jalil, 35, dan Masruhah, 29 itu tampak lesu. Dia merengek dari gendongan ibunya seolah minta perhatian. Sesekali dia menggaruk bagian tubuhnya yang terasa gatal.


Fika, begitu dia dipanggil. Sekujur tubuhnya diselimuti bintik hitam. Yang membuat prihatin, kepalanya luka-luka bernanah. Itu sudah berlangsung sekitar lima bulan. Penglihatannya tidak begitu jelas. Karena penyakit yang dideritanya, Fika mengalami ketergantungan obat.


Abdul Jalil menuturkan, buah hatinya lahir sempurna. Bintik hitam mulai keluar ketika Fika berumur delapan bulan. Tapi kondisinya sehat. Tidak ada gejala sakit. Lama kelamaan bintik hitam semakin banyak. ”Diperiksa ke puskesmas, katanya cuma alergi biasa,” ujarnya kepada RadarMadura.id di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang kemarin (28/2).


Pria asal Desa Madupat, Kecamatan Camplong itu menambahkan, meskipun sakit, Fika tidak rewel. Jika lapar dia makan. Aktivitas sehari-hari sama seperti anak pada umumnya. ”Mengonsumsi obat sudah lama. Makanya ketergantungan. Bahkan kalau tidak minum obat, tidak bisa jalan. Badannya panas,” jelasnya.


Masruhah berharap, penyakit yang diderita putrinya bisa diatasi dan bisa sembuh. Dia menginginkan Fika bisa seperti anak sebayanya. Terutama bisa menuntut ilmu. ”Harapannya, supaya lekas sembuh. Karena ingin disekolahkan. Supaya sama seperti anak-anak pada umumnya,” harapnya.


Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang Moh. Iqbal Fathoni menyampaikan, pihaknya hanya memberikan pendampingan kepada Fika. Pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari masyarakat. ”Kami sudah melapor kepada Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) katanya sudah ditangani Puskesmas Camplong,” ujarnya.


”Menurut keluarganya, setiap dua hari sekali didatangi ke rumahnya selama satu bulan ini. Ketika melihat kondisi adik Rafika, ternyata tidak cukup jika ditangani di puskesmas,” imbuhnya.


Pria yang akrab disapa Fafan itu menegaskan, karena iba, pihaknya ngotot menggunakan biaya pribadi mendatangi RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Seperti menggunakan kendaraan DKR dan menggunakan dana sumbangan dari komunitas Harley Davidson.


”Ternyata betul dugaan kami, pengobatan di Sampang sudah tidak layak. Jadi harus dirujuk ke Surabaya,” tegasnya.


Oleh sebab itu, lanjut pria asal Kecamatan Kedungdung tersebut, pihaknya butuh perhatian petinggi di Sampang. Karena untuk berobat membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pihaknya ingin secepatnya merujuk ke Surabaya jika dana sudah terkumpul.


”Seandainya ada kebijakan dari Pak Bupati, besok (hari ini, Red) akan kami rujuk. Kami berharap pimpinan di Sampang sama-sama peduli. Jangan sampai orang luar peduli atau viral dulu baru ada kepedulian,” harapnya.


Dokter Spesialis Kulit RSUD dr Mohammad Zyn Sampang dr Indiarsa Arief Lestia, Sp.KK mengatakan, pasien yang ditanganinya tersebut mengidap penyakit lamellar ichthyosis atau penyakit autoimun. ”Kasusnya memang cukup jarang sedunia,” ujarnya.


Untuk penanganannya sesuai gejala. Jadi apa yang dikeluhkan itu ditangani. Memang untuk kulitnya cenderung kering. Maka dari itu, dilihat separah apa kelainannya. Biasanya, kata dia, penderita penyakit lamellar ichthyosis hingga dewasa akan tetap bintik hitam.


”Kulitnya tetap karena tidak bisa sembuh total. Kalau luka di kepalanya itu diagnosis tambahan,” jelasnya. ”Kami mengatasi masalah yang muncul. Kepalanya itu harus ditangani oleh dokter bedah,” imbuhnya.


Dokter Poli Bedah RSUD dr Mohammad Zyn Sampang dr Sri Mulyono, Sp.B kepada keluarga pasien menuturkan, penyakit yang diderita Fika ulkus kronis. Supaya penanganannya lebih maksimal, harus dirujuk ke Surabaya. ”Di Surabaya alatnya lengkap dan yang menangani biasanya tidak hanya satu dokter spesialis,” jelasnya.


Editor : Abdul Basri
#bocah