Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nonton Bareng Film Sang Huffadz di Gedung Korpri Sumenep

Abdul Basri • Minggu, 23 Desember 2018 | 19:07 WIB
Nonton Bareng Film Sang Huffadz di Gedung Korpri Sumenep
Nonton Bareng Film Sang Huffadz di Gedung Korpri Sumenep

SUMENEP - Selain alur cerita, sosok di balik sebuah film bisa mempengaruhi ketertarikan dan kesan dari para pencinta film. Seperti film Sang Huffadz, sosok Nyai Nurrainiyah dan anaknya A. Busyro Karim ikut berpengaruh, selain plotnya yang bagus.


Suasana gedung Korpri Sumenep pada Kamis malam (20/12) berbeda dari malam-malam biasanya. Mulai dari gerbang masuk hingga pintu gedung lebih gelap. Damar yang berjajar rapi jadi satu-satunya penerang di sana.


Di depan gedung nampak ramai. Malam itu masyarakat sumenep berduyun-duyun datang ke gedung Korpri untuk menonton film Sang Huffadz. Bukan hanya masyarakat biasa, orang-orang penting di pemerintahan juga turut hadir. Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama istri, Nurfitriana Busyro juga ada di lokasi.


Masuk ke gedung, panggung ditata sedemikian rupa. Suasananya rapi dan ramai. Jendela di sekeliling gedung ditutup dengan kain hitam.


Nonton bareng malam itu dibuka dengan pembacaan puisi, penampilan musik, dan tari tradisional. Sekitar pukul 20.00, acara yang ditunggu pun dimulai, pemutaran film Sang Huffadz.


Sang Huffadz bercerita tentang perjuangan Nyai Nurainiyah. Latar waktu diambil saat Busyro masih kuliah. Kalau ingin tahu lengkapnya, tonton sendiri filmya karena spoiler dilarang.


Suasana gedung mendadak tenang saat film mulai diputar. Suara terakhir yang terdengar adalah tepuk tangan para penonton. Setelah itu hanya ada suara dialog dalam film yang terkadang diselingi dengan suara kipas angin yang terpasang di dinding-dinding gedung.


Sesekali terlihat penonton menyeka air mata. Film itu memang menguras emosi penonton. Bagaimana dengan Busyro yang ada di barisan paling depan? Yang terlihat adalah mata sembab dari wajah pemimpin Kabupaten Sumenep itu. Bahkan di akhir pemutaran film, terlihat istrinya menyeka air mata yang keluar dari pimpinan Pondok Pesantren Al-Karimiyyah itu.


Tak terasa, film yang berdurasi sekitar 45 menit itu selesai. Film bergenre dokudrama itu berhasil membius ratusan orang yang datang. Sebagian penonton meninggalkan lokasi masih dengan tisu di tangan.


Rombongan Busyro terakhir yang keluar dari gedung. ”Film ini menurut saya salah satu karya terbesar di Sumenep saat ini,” katanya. ”Saya sendiri sedikit bernostalgia dengan film ini,” Busyro.


Lalu semua orang berlalu pergi dari lokasi. Tinggal panitia Aura Pictures yang merayakan kesuksesannya.

Editor : Abdul Basri
#sumenep