BANGKALAN – Menjalani ibadah puasa sambil tetap bertanding menjadi tantangan bagi Guntur Ariyadi. Pemain yang pernah melaksanakan ibadah umrah itu menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit.
Bukan perjuangan jika tanpa pengorbanan. Hal itulah yang dilakukan bek serbabisa Madura United Guntur Ariyadi. Sebagai pesepak bola, pria 31 tahun itu tetap bekerja sambil berpuasa sudah menjadi tuntutan karir.
Pukul 13.15 kemarin (24/5), Guntur sedang istirahat untuk memulihkan fisiknya. Maklum, di malam harinya, tepatnya selesai salat Tarawih, dia lebih banyak melaksanakan kegiatan ibadah. Terlebih siang itu dia baru saja tiba di Pamekasan.
Seluruh tim baru saja melakukan perjalanan dari mes di Bangkalan menuju Bumi Gerbang Salam. Persiapan menghadapi pertandingan melawan Persebaya, Jumat malam (25/5). ”Tadi perjalanan dari mes,” ujar pesepak bola kelahiran 18 Maret 1987 itu.
Bertempat di salah satu Hotel di Pamekasan, Guntur tetap antusias ketika diajak berbagi pengalaman bersama Jawa Pos Radar Madura. Rasa capek merupakan hal biasa. ”Insyaallah tetap jaga kondisi. Terutama sekarang kan bulan puasa,” katanya.
Ketika berpuasa, aktivitas di malam hari sepertinya semakin bertambah. Selain berlatih, ibadah seperti tadarus Alquran dan salat Tarawih tak pernah dia tinggalkan. ”Alhamdulillah kalau salat Tarawih tetap jamaah. Kalau di mes Bangkalan kan dekat dengan Masjid Syaikhona Kholil. Jadi biasanya sama teman-teman setim berangkat bersama ke sana,” tutur Guntur.
Apa pun kegiatan yang dilakukan, pesepak bola asal Banyuwangi itu ingin bernilai ibadah. ”Intinya ingin menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Dari segala hal, baik karir dan terutama ibadah,” jelasnya.
Sebagai salah satu bek andalan Madura United, Guntur memiliki pekerjaan lebih banyak daripada pemain lain dalam tim. Maklum, Guntur tidak hanya bisa bermain sebagai bek kanan. Dia juga mampu berperan sebagai stoper dan gelandang bertahan.
Beberapa pertandingan pernah dia jalani sebagai gelandang bertahan. ”Jaga kondisi seperti biasa. Banyak makan buah-buahan, tambahan suplemen, dan kalau bisa minum madu,” ujar pria bertubuh tinggi 172 sentimeter tersebut.
Madu jadi salah satu konsumsi Guntur selama menjalani puasa tahun ini. Suplemen sih yang penting. Karena saya harus menjalani pertandingan dan tetap menjalani ibadah,” tutur Guntur.
Salah satunya tentu adalah tadarus. Karena itu, bapak dua anak tersebut selalu tidur cukup larut malam. Hal itu terlihat dari suara Guntur yang tak begitu nyaring.
Jika demikian, eks pemain Barito Putera tersebut mengganti jadwal istirahat malam hari dengan tidur saat siang. Setelah salat Subuh, Guntur langsung tidur dan baru terjaga ketika hampir memasuki waktu salat duhur. Setelah itu dia kembali memulai aktivitas seperti biasa
”Biasanya kalau malam kan tidur 3-4 jam saja. Solusinya, tidur dari pagi itu juga untuk menjaga pola tidur yang cukup. Sehingga fisik tetap prima,” katanya.
Editor : Abdul Basri