PAMEKASAN – Berlibur di pantai atau kolam renang barangkali sudah biasa bagi warga Kota Pamekasan. Lalu bagaimana bila berwisata di kebun buah dan sayur? Pasti menghadirkan kesan berbeda. Sebab, selain dapat menikmati alam, pulangnya bawa oleh-oleh yang bisa diolah di dapur.
Kebun aneka buah dan sayur di Desa Jalmak, Kota Pamekasan, sedang ramai diperbincangkan. Maklum, kebun ini tidak seperti lazimnya milik petani yang hanya fokus dengan satu jenis tanaman. Agrowisata yang dikelola paguyuban Pamekasan Keren (Sanren) ini menyediakan aneka buah dan sayur kebutuhan rumah tangga.
Lokasi kebun cukup strategis dan mudah dijangkau. Dari Monumen Arek Lancor, pengunjung bisa berkendara ke Jalan Trunojoyo. Tiba di perempatan Kangenan, tinggal belok kanan ke Jalan Raya Jalmak. Tak jauh dari kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pamekasan, kebun buah dan sayur ini sudah siap menggoda warga.
Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan memesona. Bunga-bunga seperti bunga matahari dan marigold tampak bermekaran. Bunga-bunga ini juga bisa menjadi spot foto bagi wisatawan.
Selain bunga, buah labu madu yang bergelantungan juga memanjakan mata pengunjung. Tak cukup di situ, agrowisata ini dilengkapi buah-buahan segar. Ada melon mas atau golden melon dan melon jingga atau cantaloupe serta melon hijau. Di sebelah melon terhampar kebun semangka yang siap dibawa pulang oleh pengunjung.
”Setiap hari ada ratusan warga yang datang ke tempat ini,” tutur Ismail, tokoh masyarakat Desa Jalmak. ”Rata-rata pengunjung ibu-ibu,” tegas anggota DPRD Pamekasan tersebut.
Bagi ibu-ibu, wisata ini memiliki manfaat ganda. Selain bisa berswafoto, mereka menjadikan Agrowisata Sanren sebagai pasar murah. Kebutuhan dapur terpenuhi tanpa datang ke pasar tradisional.
Di tempat ini tersedia aneka bawang, brokoli, terong, tomat, dan aneka jenis cabai. Ada pula sayur kangkung, kacang-kacangan, dan jagung manis. ”Harganya lebih murah daripada di pasar,” kata Sriwahyuni saat membeli aneka buah dan sayur di Agrowisata Sanren.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sanren Syaiful Hidayat mengatakan, kebun ini awalnya dikelola tanpa modal. Anggota paguyuban urunan untuk merawat kebun ini. Awalnya hanya tanaman sayur tomat, oyong, timun, tomat, dan buncis. Panen pertama pada Ramadan lalu dan saat itu langsung banyak pengunjung.
”Setiap hari pengunjung luar biasa,” kata Syaiful. ”Tiap hari kira-kira lebih dari 750 pengunjung,” tambahnya.
Pengunjung yang datang bukan hanya dari Kota Gerbang Salam. Wisatawan dari daerah lain seperti Sumenep, Sampang, dan Bangkalan juga banyak yang datang. Bahkan ada pula yang dari luar Pulau Garam. Yakni, Sidoarjo dan Surabaya juga bertamasya ke tempat ini. ”Mereka tahu dari media sosial,” ujarnya.
Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari berharap, Agrowisata Sanren terus dikembangkan. Sebab, baru pertama ada kebun lengkap dengan buah dan sayuran di Kota Gerbang Salam. Dia yakin, lokasi ini sangat cocok untuk dijadikan pusat agrobisnis yang dapat menyedot banyak wisatawan.
”Selain dapat menjadi objek wisata, ada timbal baliknya bagi masyarakat. Para petani bisa semakin sejahtera,” katanya.
Editor : Abdul Basri