AYU LATIFAH, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura
SUASANA di rumah Agus, warga Kelurahan Pejagan, Kota Bangkalan, tampak ramai kemarin (23/8). Puluhan anak berseragam biru putih tengah asyik belajar. Sejumlah wali murid juga ikut menemani.
Mereka adalah murid Taman Kanak-Kanak (TK) Kartini 01 Pejagan yang sedang belajar. Selama sebulan terakhir, kegiatan belajar mengajar menumpang di teras rumah warga. Hal ini karena tempat sebelumnya direhab untuk pembangunan aula kelurahan. Total murid berjumlah 82 anak.
Kepala TK Kartini 01 Pejagan Siti Fatmawati mengatakan, sejak kantor kelurahan direhab, tempat pembelajaran diletakkan di teras rumah warga. Selama ini pihaknya memang meminjam gedung kantor Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan.
Agar aktivitas belajar mengajar murid tidak terhenti, pihaknya segera mencari lokasi lain. Dari beberapa usulan, pihaknya memutuskan untuk menempati teras milik Agus. ”Kami belum tahu hingga kapan, karena darurat, sementara ya di sini,” katanya kemarin.
Siti Fatmawati mengatakan, meskipun di teras warga, semangat para murid untuk belajar tetap tinggi. ”Alhamdulillah ada orang baik. Kata Pak Agus tidak apa-apa, suruh ditempati karena semua keluarganya juga sepakat. Jadi sementara menumpang di rumah warga,” syukurnya.
Baginya, melaksanakan pembelajaran di teras warga bukan suatu masalah. Selama ini tidak ada komplain dari wali murid. Pihaknya sempat ditawari tempat di Desa Gedungan, Kecamatan Kota Bangkalan. Namun, tempat tersebut dirasa terlalu jauh. ”Di Gedungan terlalu jauh, kasihan para murid. Jadi di sini saja,” tambahnya.
Pihak kelurahan sejauh ini telah banyak membantu. Bahkan, kelurahan memberikan lahan untuk dibangun tempat belajar. ”Kami juga diberikan tanah untuk ditempati di sebelah tambak, Pak Lurah yang menyediakan. Sekarang masih proses penimbunan. Semoga saja ada rezeki,” tuturnya.
Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Bangkalan Sulistiawati mengatakan, pihaknya belum berkomunikasi. Terkait bantuan, pihaknya bisa mengakomodasi jika yayasan tersebut telah mengisi dapodik.
Untuk pemindahan, sementara pihaknya tidak bisa banyak membantu karena TK tersebut berstatus swasta. ”Kalau punya yayasan itu pemerintah tidak ikut. Jadi kami tidak ada intervensi. Kami hanya mengakomodasi di bantuan operasional sekolah (BOP) PAUD ketika mereka mengisi dapodik,” pungkasnya. (*/han) Editor : Abdul Basri