Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kunjungi Bangkalan, Lucky Setyo Witjaksono, Mantan Gitaris Power Metal

Abdul Basri • Rabu, 24 Agustus 2022 | 03:49 WIB
SPIRIT: Lucky Setyo Witjaksono (paling kiri) berfoto bersama teman-temanya di Rumah Adat Karya Tresna kemarin. (AYU LATIFAH/RadarMadura.id)
SPIRIT: Lucky Setyo Witjaksono (paling kiri) berfoto bersama teman-temanya di Rumah Adat Karya Tresna kemarin. (AYU LATIFAH/RadarMadura.id)
Penikmat aliran musik cadas tentunya tidak asing dengan Lucky Setyo Witjaksono. Pasca memilih hengkang dari Power Metal pada 24 Oktober 2019, gitaris berpenampilan nyentrik tersebut tetap berkarya. Itu sesuai dengan janji yang pernah disampaikan kepada fannya, termasuk Power Metal Fans Club (PMFC) kala itu.

AYU LATIFAH, BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura

PADA era 90-an, Power Metal menjadi salah satu band beraliran heavy metal yang top. Apalagi, band yang semula bernama Power Band tersebut dinobatkan sebagai juara 1 dalam festival rock se-Indonesia. Power Metal kian dikenal pasca teken kontrak dan masuk dapur rekaman.

Salah satu personel Power Metal yang cukup dikenal adalah Lucky Setyo Witjaksono. Dia menjadi personel setelah Power Metal bongkar pasang anggota. Saat itu, pria yang akrab disapa Lucky itu dipercaya sebagai gitaris. Bukan posisi sembarangan dan cukup menyita perhatian.

Namun, setelah melewati kebersamaan beberapa tahun, akhirnya dia memilih mengundurkan diri. Saat pamitan kepada PMFC, salah satu alasan mundur karena ingin fokus pada pekerjaan. Meski resign dari Power Metal, dia tepat berkarya dan tetap mencintai musik yang telah membesarkannya.

Buktinya, Lucky membentuk band sendiri bernama Lucky and The Bolo. Bahkan, grup musik tersebut telah menelurkan empat album solo. Yang menarik, dalam album tersebut dia mengajak musisi Bangkalan, yaitu Hendra Gemma. Hal itu terungkap saat Lucky mengunjungi Bangkalan pada Minggu (21/8).

Luky mengatakan, salah satu alasannya mendatangi Kota Salak agar dapat mengenal budaya dan kearifan lokalnya. ”Ingin tahu budaya dan karya seninya yang luar biasa. Kami datang ke tempat yang sangat khas, kami juga shooting untuk keperluan album keempat,” katanya.

Saat ke Bangkalan, Lucky tetap menampilkan ciri khasnya sebagai anak metal. Buktinya, dia mengenakan kaus dan kacamata hitam dengan celana selutut. ”Saya diajak mengunjungi rumah adat Madura yang ada di Batik Tresna. Saya melihat budaya warisan leluhur. Saya juga berkomitmen melestarikan budaya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pembuatan album Solo kali ini merupakan album keempat band Lucky and The Bolo. Sebelumnya, ketiga album yang dibuatnya hanya berbentuk instrumen. ”Pada album ini sebenarnya ada tujuh lagu yang salah satu single-nya bertajuk kesempatan kali ini. Tujuan album ini dibuat untuk melestarikan musik rock metal itu sendiri,” tambahnya.

Lucky memiliki alasan memilih Hendra Gemma dalam single lagunya berjudul Penghianat. Sebab, dia merasa cocok dengan pria musisi rock asal Kota Salak tersebut. ”Saya dengan Mas Hendra itu potensinya sama. Juga satu aliran musik, satu golonganlah. Tidak mungkin saya mencari golongan yang lain karena kita sudah bersahabat lama,” tuturnya.

Di lain sisi lain, Hendra Gemma bangga karena dapat berduet dengan sosok superhero legendaris rock impiannya sejak kecil. ”Ini bagaikan mimpi bagi saya. Menurut saya, Mas Luky sosok pribadi legend yang merupakan sosok superhero. Saya tetap mengikuti kehidupan beliau sampai sekarang. Hingga diajak untuk bekerja sama,” kata Hendra yang diberi kesempatan memegang lead guitar. (*/yan) Editor : Abdul Basri
#bangkalan #Lucky Setyo Witjaksono #Power Metal Fans Club #mantan #Gitaris Power Metal