Kisah Ijay, BRILink Agen di Kalimantan Selatan yang Layani 3.000 Transaksi per Bulan

Hendriyanto • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 19:32 WIB
RAMAI: BRILink Agen di Desa Jelapat 2, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
RAMAI: BRILink Agen di Desa Jelapat 2, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

BARITO KUALA, RadarMadura.id – Keberadaan BRILink Agen tidak hanya mempermudah transaksi keuangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha di tingkat lokal.

Hal ini terlihat dari perjalanan Ijay, pemilik BRILink Agen di Desa Jelapat 2, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang mengembangkan usaha sekaligus membantu mendekatkan penyaluran bantuan sosial kepada sekitar 2.000 keluarga penerima manfaat.

Ijay mulai bergabung sebagai BRILink Agen pada awal 2015 dengan membuka konter pulsa sederhana berukuran sekitar 2 x 3 meter. Saat itu, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer menuju BRI Unit Tamban atau sekitar 15 kilometer menuju BRI Unit Anjir Pasar untuk mendapatkan layanan perbankan.

“Kondisi tersebut mendorong saya untuk mengambil peluang sebagai BRILink Agen, ini karena lokasi kantor bank dan ATM cukup jauh. Sekarang, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tinggi atau mengantre lama di kota, karena transaksi di bawah Rp1 juta di agen kami biayanya sangat terjangkau,” ujar Ijay.

Kehadiran layanan tersebut perlahan membuat BRILink Agen milik Ijay semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari. Pada masa awal operasional, transaksi didominasi penarikan gaji pekerja perusahaan kayu atau plywood yang beroperasi di wilayah sekitar.

Baca Juga: Madura dan Masa Depan Investasi, Jangan Usir Peluang dengan Sikap dan Perilaku Ketidakpastian

“Pada masa awal perkembangannya, aktivitas transaksi masyarakat saat itu didominasi kebutuhan penarikan gaji pekerja perusahaan kayu atau plywood yang beroperasi di wilayah sekitar,” ujarnya.

Sejak awal menjalankan usaha, Ijay mampu meraih keuntungan bersih sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan. Kepercayaan masyarakat terus tumbuh berkat upayanya menjaga kualitas pelayanan, memberikan garansi ganti rugi pelayanan, memasang papan petunjuk, serta aktif mempromosikan usahanya melalui media sosial.

Dukungan pembiayaan BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut menjadi salah satu pijakan Ijay dalam mengembangkan bisnis. Berbekal pengalaman mengelola BRILink Agen dan konsistensi transaksi, ia kemudian melakukan diversifikasi usaha ke sejumlah sektor produktif.

Kini, Ijay melayani rata-rata 100 transaksi per hari atau sekitar 3.000 transaksi per bulan melalui BRILink Agen. Ia juga mengembangkan sejumlah usaha lain, mulai dari minimarket, pangkalan gas LPG, toko alat tulis kantor (ATK) dan plastik, hingga toko sepeda listrik, serta mengelola lahan perkebunan seluas kurang lebih 10 hektare.

Perkembangan usaha tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Saat ini, Ijay mempekerjakan 10 orang karyawan yang seluruhnya berasal dari lingkungan RT tempat tinggalnya sehingga mereka dapat bekerja tanpa harus merantau.

Baca Juga: Legislatif Sesalkan Pembangunan KNMP Serampangan

Selain mengembangkan bisnis sendiri, Ijay juga berperan membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan usaha. Sebagai agen referral BRI, ia aktif merekomendasikan tetangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan modal, termasuk melalui layanan pembiayaan ultra mikro.

"Hasil dari BRILink Agen ini kami putar kembali menjadi modal usaha produktif. Kami juga bisa membantu mereferensikan tetangga yang butuh pembiayaan modal untuk jualan angkringan ke unit BRI terdekat," tambah Ijay, yang juga aktif sebagai Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) dan anggota Persatuan Pemadam Kebakaran (Balakar) di desanya.

Dalam menjalankan usaha, Ijay juga merasakan manfaat pendampingan dari BRI, terutama ketika menghadapi kendala teknis maupun kebutuhan layanan transaksi. Respons petugas dan Mantri BRI menjadi dukungan penting agar operasional agen tetap berjalan dan masyarakat dapat bertransaksi dengan nyaman.

“Kalau ada kendala, kami tidak merasa berjalan sendiri karena teman-teman BRI selalu siap membantu. Buat saya itu penting, karena kami berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari dan ingin mereka tetap merasa nyaman bertransaksi di sini,” ungkap Ijay.

Seiring perkembangan usaha dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, BRILink Agen milik Ijay juga menjadi salah satu titik penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BPNT/Kartu Sembako) bagi sekitar 2.000 keluarga penerima manfaat (KPM). Peran tersebut membuat akses terhadap bantuan pemerintah menjadi lebih dekat bagi warga di wilayah layanan Ijay.

Bagi Ijay, kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan usahanya karena ia dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transaksi sekaligus mengakses bantuan sosial dengan lebih mudah. Pengalaman itu menunjukkan bahwa peran BRILink Agen dapat berkembang melampaui layanan keuangan dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tersangka Kasus Dugaan Investasi Ditangkap di Bojonegoro

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberadaan BRILink Agen merupakan bagian dari upaya BRI memperluas jangkauan layanan perbankan hingga ke wilayah perdesaan. Jaringan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat inklusi keuangan masyarakat.

“Bagi BRI, perluasan akses bukan hanya soal menghadirkan layanan transaksi, tetapi juga bagaimana keberadaan layanan tersebut dapat ikut membuka peluang ekonomi, memperkuat aktivitas usaha masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
barito kuala bri kpm BRILink Agen