Kisah Agus, BRILink Agen di Semarang yang Bantu Warga Cegah Modus Penipuan

Hendriyanto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:25 WIB
BERKEMBANG: Toko kelontong yang juga mengembangkan BRI Agen di Gintungan, Butuh, Tengaran, Semarang.
BERKEMBANG: Toko kelontong yang juga mengembangkan BRI Agen di Gintungan, Butuh, Tengaran, Semarang.

SEMARANG, RadarMadura.id – Setiap hari, puluhan transaksi berlangsung di BRILink Agen Agus Purwanto, sebuah konter ponsel di Gintungan, Butuh, Tengaran, Semarang. Warga datang dengan beragam kebutuhan, mulai dari membeli pulsa dan kebutuhan sehari-hari hingga melakukan transaksi keuangan.

Di balik konter tersebut, Agus Purwanto melayani satu per satu kebutuhan pelanggan. Usaha yang semula berfokus pada penjualan pulsa dan sejumlah produk sembako itu kini berkembang menjadi salah satu titik layanan transaksi yang dekat dengan keseharian masyarakat sekitar.

“Awalnya usaha konter pulsa, sedikit sembako, kemudian menjadi BRILink Agen. Saya tertarik karena banyak pelanggan konter yang menyarankan untuk membuka layanan BRILink,” kata Agus.

Agus mengatakan perjalanan sebagai BRILink Agen dimulai pada akhir 2019 setelah mempertimbangkan masukan dari para pelanggan. Ia melihat layanan tersebut tidak hanya membuka peluang mengembangkan usaha, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan warga terhadap akses transaksi keuangan yang lebih dekat.

Baca Juga: Membaca Cara Pejabat Kolonial Eropa Melihat Kehidupan Masyarakat Madura, Tiga Aspek Jadi Perhatian

“Setelah menjadi BRILink Agen, konter semakin ramai karena bisa melayani transaksi perbankan dan kebutuhan lainnya. BRILink juga banyak membantu masyarakat karena transaksi menjadi semakin mudah,” ujarnya.

Setiap hari, Agus melayani hingga 50 transaksi dengan setor tunai dan tarik tunai sebagai layanan yang paling banyak digunakan. Untuk mengakomodasi kebutuhan warga, BRILink Agen Agus Purwanto beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00.

Keberadaan BRILink Agen membuat masyarakat lebih mudah mengakses layanan perbankan tanpa harus menempuh jarak jauh. Seiring waktu, peran Agus berkembang karena ia tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga mengedukasi warga ketika menghadapi ancaman penipuan.

Menurut Agus, modus penipuan yang dialami warga cukup beragam. Pelaku antara lain mengaku sebagai petugas bank atau mengabarkan anggota keluarga korban mengalami kecelakaan dan meminta korban segera mengirimkan uang dalam jumlah besar.

Dalam situasi tersebut, Agus berupaya mengingatkan pelanggan agar tidak terburu-buru melakukan transaksi sebelum memastikan kebenaran informasi yang diterima. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upayanya membantu warga lebih berhati-hati saat melakukan transaksi keuangan.

“Selama menjadi agen, saya sudah beberapa kali membantu menggagalkan penipuan dengan berbagai modus. Kalau ada yang seperti itu, saya biasanya langsung bilang jangan mudah percaya dan jangan terpancing,” tutur Agus.

Baca Juga: Pilkades 2027 Masih Tunggu Permendagri, DPMD Sumenep Mulai Kaji Penerapan E-Voting

Dari sebuah konter pulsa sederhana, usaha Agus kini berkembang menjadi BRILink Agen yang semakin dipercaya masyarakat. Selain membuat usahanya lebih ramai, peran tersebut juga memberinya ruang untuk membantu warga bertransaksi dengan lebih aman.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan keberadaan BRILink Agen menjadi bagian dari upaya BRI memperluas akses layanan keuangan di berbagai wilayah. Menurutnya, agen juga berperan membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar.

“BRILink Agen tidak hanya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para agen dan lingkungan di sekitarnya. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas,” ujar Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
bri BRILink Agen semarang toko kelontong