Dorong Pemuda Bangun Usaha Peternakan, Kebutuhan Telur Ayam di Madura Belum Terpenuhi

Amin Bashiri • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 09:36 WIB
BERWIRAUSAHA: Moh. Faiq saat memanen telur dari di tempat usahanya di Kecamatan Guluk-Guluk Sumenep, Jumat (18/9).
BERWIRAUSAHA: Moh. Faiq saat memanen telur dari di tempat usahanya di Kecamatan Guluk-Guluk Sumenep, Jumat (18/9).

 

SUMENEP, RadarMadura.id – Potensi ekonomi Madura dinilai belum sepenuhnya digarap secara mandiri. Salah satunya sektor peternakan ayam petelur yang hingga kini masih membutuhkan pasokan telur dari luar pulau.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Direktur DRT EGGSCAPE Moh. Faiq. Menurut dia, Madura memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan berbagai sektor usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Empat kabupaten di Pulau Madura memiliki potensi ekonomi yang beragam. Mulai dari garam, tembakau, minyak dan gas, hingga sektor pangan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Faiq menilai, potensi tersebut harus diikuti keberanian masyarakat untuk membangun usaha produktif. Dengan begitu, Madura tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu menjadi daerah penghasil berbagai komoditas.

”Selama ini Madura hanya dijadikan pasar oleh peternak dari Pulau Jawa. Buktinya, berton-ton telur masih didatangkan, sementara kebutuhan di Madura belum sepenuhnya bisa kita penuhi,” katanya.

Karena itu, Du’anahReng Towa (DRT) EGGSCAPE berupaya mengambil bagian dalam mendorong kemandirian ekonomi tersebut. Faiq mengatakan, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Pemanfaatan teknologi dan peningkatan kemampuan pengelolaan usaha juga diperlukan agar produk lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar.

”Perawatan yang baik dan pengelolaan kandang yang lebih tertata dapat meningkatkan produktivitas ayam petelur. Kami terus belajar agar usaha peternakan bisa berkembang,” ucapnya.

Dia juga mendorong generasi muda Madura agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mulai berani menciptakan peluang usaha. Menurutnya, sektor peternakan menjadi salah satu bidang yang masih terbuka untuk dikembangkan oleh kalangan muda.

Faiq menilai, semangat berwirausaha perlu ditumbuhkan sejak dini. Pemuda dapat memanfaatkan potensi di sekitar mereka untuk membangun usaha sesuai kebutuhan pasar.

”Peternak muda perlu mendapat ruang untuk berkembang. Pelatihan dan pendampingan sangat penting agar usaha peternakan semakin maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemuda asal Kecamatan Guluk-Guluk itu menyebut, keberadaan wirausahawan muda dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Selain menciptakan usaha, mereka berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Karena itu, Faiq berharap pemerintah dan berbagai pihak turut memberikan ruang bagi pemuda yang ingin terjun ke dunia usaha. Pendampingan, pelatihan, akses teknologi, dan penguatan manajemen dinilai penting agar usaha yang dirintis tidak berhenti di tengah jalan.

”Kalau pemuda Madura mau bergerak dan berani berwirausaha, potensi yang ada bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Kami ingin Madura tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan menjadi daerah penghasil,” harapnya. (tif/bil)

Editor : Amin Bashiri
DRT EGGSCAPE bisnis usaha