Indeks Bisnis UMKM BRI Q2 2026 Ekspansif, Optimisme Pelaku Usaha Capai 120,2

Hendriyanto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:00 WIB
KETAHANAN PANGAN: BRI menjadi perbankan yang konsisten memberdayakan UMKM dan peternakan.
KETAHANAN PANGAN: BRI menjadi perbankan yang konsisten memberdayakan UMKM dan peternakan.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merilis Indeks Bisnis UMKM Q2-2026 beserta proyeksi untuk Q3-2026. Hasil survei menunjukkan aktivitas bisnis UMKM masih berada pada fase ekspansif dengan Indeks Bisnis UMKM tercatat 102,1, sementara pelaku usaha tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, terjaganya aktivitas bisnis UMKM pada Q2-2026 ditopang sejumlah faktor. Di antaranya perekonomian yang tetap tumbuh positif, panen raya tanaman pangan dan harga produk pertanian yang baik, mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, kondisi cuaca yang kondusif, serta penyaluran bantuan sosial yang tetap agresif.

Meski demikian, laju ekspansi UMKM mengalami perlambatan dibandingkan Q1-2026. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi normalisasi permintaan pasca-HBKN, pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, keterbatasan modal usaha, serta persaingan usaha yang semakin ketat.

Perkembangan tersebut sejalan dengan moderasi pertumbuhan ekonomi pada Q2-2026. Namun, pelaku UMKM masih melihat peluang pertumbuhan pada periode berikutnya.

“Prospek bisnis UMKM pada Q3-2026 diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif, meskipun lebih moderat, terutama ditopang oleh peningkatan proyek pemerintah dan swasta yang akan memberikan spillover effect terhadap sektor lainnya serta perekonomian yang tetap tumbuh. Di sisi lain, pelemahan daya beli dan El Nino menjadi faktor risiko yang perlu dicermati, khususnya bagi sektor pertanian,” ujar Hery.

Optimisme tersebut juga tercermin dari aktivitas investasi UMKM yang tetap tumbuh dengan indeks berada di atas 100. Kondisi ini menunjukkan pelaku UMKM masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan usahanya meski aktivitas bisnis mengalami moderasi.

Baca Juga: BKPSDM Sampang Tunggu BKN Terkait Pengumuman Formasi Seleksi JPT Pratama

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor UMKM pada Q2-2026 masih mencatatkan indeks di atas 100. Sektor pertanian, konstruksi, dan pertambangan mencatatkan penguatan yang didorong momentum panen raya, harga jual produk pertanian yang baik, serta mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta.

Sementara itu, industri pengolahan dan jasa-jasa lainnya masih berada pada fase ekspansif meskipun mengalami perlambatan. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi normalisasi permintaan pasca-HBKN, pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, serta persaingan usaha yang semakin ketat.

Memasuki Q3-2026, prospek bisnis UMKM masih menunjukkan arah positif. Aktivitas bisnis di seluruh sektor diperkirakan tetap berada pada fase ekspansif meskipun dengan laju yang lebih moderat.

Sektor pertambangan dan konstruksi diperkirakan menjadi penopang seiring semakin banyaknya proyek pemerintah dan swasta yang bergulir. Perkembangan tersebut diharapkan memberikan dampak lanjutan terhadap sektor usaha lainnya dan aktivitas ekonomi secara lebih luas.

Prospek positif tersebut sejalan dengan sentimen bisnis pelaku UMKM untuk tiga bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Sentimen Bisnis Pelaku UMKM untuk Q3-2026 tercatat 120,2 atau cukup jauh di atas level 100.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Ekosistem Olahraga Indonesia

Level indeks tersebut menunjukkan optimisme yang masih kuat terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan bisnis ke depan. Optimisme tersebut juga terlihat pada mayoritas sektor usaha yang mencatatkan sentimen bisnis di atas 100.

Sektor konstruksi mencatat kenaikan 7,4 poin menjadi 110,8, sedangkan sektor pertambangan meningkat 1,6 poin menjadi 108,3. Penguatan kedua sektor tersebut terutama didorong bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, peningkatan permintaan pasir, batu dan galian untuk bangunan, serta kondisi cuaca yang kondusif.

Selain optimisme terhadap prospek usaha, survei menunjukkan kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah tetap terjaga. Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada Q2-2026 tercatat 107,4 atau masih berada di atas level 100.

Penilaian tertinggi diberikan pada aspek memberikan rasa aman dan tenteram dengan indeks 130,4. Selanjutnya, aspek menyediakan dan merawat infrastruktur mencatat indeks 116,5.

Hery menilai keseluruhan hasil survei menunjukkan pelaku UMKM masih memiliki daya tahan di tengah moderasi aktivitas ekonomi. Meski menghadapi tekanan daya beli, kenaikan biaya usaha, serta persaingan yang semakin ketat, optimisme terhadap prospek bisnis tetap menjadi modal penting bagi UMKM untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya terus menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang. BRI akan terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” tutup Hery. (dry)

Editor : Hendriyanto
Peternakan Ayam Kampung bri umkm BRILink