Holding UMi Genap Lima Tahun, 33,8 Juta Debitur Dilayani dan 2,3 Juta Naik Kelas

Hendriyanto • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:32 WIB

 

MAJU BERSAMA : Kolaborasi antara Holding UMi, integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM memajukan perekonomian Indonesia.
MAJU BERSAMA : Kolaborasi antara Holding UMi, integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM memajukan perekonomian Indonesia.

JAKARTA, RadarMadura.id – Lima tahun sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkembang menjadi salah satu ekosistem pemberdayaan ekonomi rakyat terbesar di Indonesia.

Ekosistem tersebut tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga mengintegrasikan layanan simpanan, transaksi, pemberdayaan dan pendampingan usaha hingga pembentukan aset masyarakat melalui ekosistem emas.

Pembentukan Holding UMi lima tahun lalu berangkat dari tantangan untuk menjangkau segmen usaha ultra mikro yang belum memperoleh layanan keuangan formal secara optimal.

Melalui integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, skala serta jangkauan layanan terus diperluas sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga kesempatan meningkatkan kapasitas usaha dan ketahanan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Mengapa Korea, Bukan Mandarin?, Rasionalitas Strategis bagi MTs/MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning

Hingga akhir Triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Sinergi tersebut juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen usaha yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan, perjalanan lima tahun Holding UMi menunjukkan bagaimana integrasi tiga entitas dengan kekuatan berbeda mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

BRI memiliki kekuatan pada jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM, Pegadaian pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sedangkan PNM memiliki keunggulan dalam pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro.

“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery.

Baca Juga: Begini Resep Ice Cream Sandwich Rumahan dengan Biskuit dan Es Krim Lembut Bisa Dibuat Tanpa Ribet

Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan tahapan perkembangan ekonominya. Pelaku usaha yang baru memulai dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian berkembang dengan akses pembiayaan berkapasitas lebih besar sekaligus memanfaatkan layanan transaksi, simpanan, investasi, dan layanan keuangan lainnya.

Salah satu infrastruktur penting yang dibangun untuk memperkuat integrasi tersebut adalah jaringan kantor yang luas. Hingga Triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan keuangan dalam satu ekosistem.

Pada saat yang sama, Holding UMi memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak dalam menjangkau dan mendampingi masyarakat hingga tingkat komunitas.

Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM tidak hanya memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan, tetapi juga membangun kedekatan dengan nasabah, memahami kebutuhan usaha, memberikan edukasi keuangan, serta mendampingi pelaku usaha meningkatkan kapasitasnya.

Setelah lima tahun berjalan, salah satu ukuran penting keberhasilan Holding UMi bukan semata besarnya pembiayaan yang disalurkan, melainkan kemampuan ekosistem tersebut menciptakan mobilitas ekonomi. Hingga akhir Triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas melalui ekosistem tersebut.

Capaian itu menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dan pendampingan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala serta kapasitas bisnisnya.

Baca Juga: Kisah Mantan PMI Tati Purwanti Bangun Usaha Bubur Cirebon di Taiwan Bersama BRI

Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi pada akhirnya harus diukur dari perubahan kondisi ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem tersebut.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.

Memasuki tahun kelima, transformasi Holding UMi juga bergerak menuju tahapan berikutnya dengan memperluas inklusi dan literasi keuangan. Perkembangan tersebut salah satunya terlihat dari penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian yang hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 153 ton.

Dengan kapabilitas Pegadaian yang terus berkembang, ekosistem emas tersebut mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas secara digital, hingga bullion services.

Integrasi tersebut semakin memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang.

Pengembangan ekosistem emas menjadi bagian penting dalam perjalanan Holding UMi. Masyarakat yang sebelumnya membutuhkan akses modal secara bertahap didorong untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, hingga memiliki aset.

Baca Juga: Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan di Sumatera Selatan

Hery menegaskan, lima tahun pertama Holding UMi menjadi fondasi untuk membangun fase pertumbuhan berikutnya. Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.

“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” pungkas Hery. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
PNM melayani bri pegadaian Holding Ultra Mikro (UMi)