Himatun Nisa, Warga Bangkal yang Ubah  Pesona Bunga Jadi Peluang Usaha

Amin Bashiri • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB
TELATEN: Himatun Nisa saat memegang biket hunga segar yang dibuatnya di rumah Desa Bangkal Kecamatan Kota Sumenep.
TELATEN: Himatun Nisa saat memegang biket hunga segar yang dibuatnya di rumah Desa Bangkal Kecamatan Kota Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Setiap hobi yang ditekuni dengan serius bisa membuahkan hasil. Hal itu dilakukan Himatun Nisa, warga Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

Kegemarannya merangkai bunga kini berkembang menjadi usaha buket, mulai bunga segar, artificial, hingga snack.

Kecintaannya terhadap bunga segar tumbuh saat Himatun Nisa menempuh kuliah di Malang. Di kota tersebut, bunga segar dan buket sudah menjadi hal yang lumrah.

Perempuan yang akrab disapa Hima itu kemudian melihat peluang karena saat itu buket bunga segar masih jarang ditemukan di Kota Keris.

"Di Malang kan sudah biasa memberikan buket. Sedangkan di Sumenep waktu itu masih jarang. Dari situ saya berpikir untuk membuat usaha dari bunga segar," kata pengusaha Buket Sumenep Himatun Nisa.

Hima kemudian mengembangkan usaha buket bunga segar tersebut dengan memberi nama Nisa Flowers.

Selain bunga segar, dia menyediakan buket bunga artificial, snack, serta berbagai jenis buket lainnya. 

“Untuk bunga segar dijual mulai Rp 5 ribu, sedangkan buket lainnya mulai Rp 50 ribu," ucap perempuan berusia 33 tahun itu.

KREATIF: Salah satu koleksi buket bunga karya Hikmatun Nisa
KREATIF: Salah satu koleksi buket bunga karya Himatun Nisa

Hima mengaku terus memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin untuk mengembangkan usahanya.

WhatsApp, Instagram, hingga TikTok digunakan untuk mengenalkan berbagai produknya. Langkah tersebut dinilai efektif untuk memperluas pemasaran.

"Pelanggan saya itu tidak hanya dari kawasan perkotaan. Yang pesan itu ada juga dari pelosok Sumenep, kepulauan, bahkan luar daerah untuk diberikan kepada teman atau kerabat yang berada di Sumenep," ujarnya.

Dalam menjalankan usaha, Hima masih turun tangan langsung dalam proses pembuatan buket. Namun, ketika musim wisuda, dia dibantu karyawan untuk memenuhi banyaknya pesanan. Sementara urusan foto dan video untuk konten media sosial juga dibantu editor.

"Saya sangat menikmati usaha ini. Karena memang sudah jadi hobi merangkai bunga. Saat rangkai bunga, suasana hati saya jadi nyaman," tegas Hima.

Menurut Hima, menjalankan usaha bunga segar memiliki tantangan tersendiri. Sebab, bunga memiliki masa kesegaran yang terbatas.

Jika tidak segera terjual, risiko kerugian tidak bisa dihindari. Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya menjalankan usaha yang berawal dari hobi.

"Apa pun risikonya tetap saya jalankan. Karena memang sudah suka dengan bunga segar," imbuhnya. (iqb)

Editor : Amin Bashiri
rangkai bunga buket ekonomi kreatif