ASN Setkab Sampang Punya Sampingan Unik, Lukman Yanto Beternak Ayam Kate Chabo

Amin Bashiri • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:38 WIB
DIPELIHARA: Ayam kate chabo milik Lukman saat diberi pakan di kandangnya.
DIPELIHARA: Ayam kate chabo milik Lukman saat diberi pakan di kandangnya.

SAMPANG, RadarMadura.id – Banyak cara untuk mendapatkan cuan. Seperti yang dilakukan oleh Lukman Yanto.

Dia kini sukses beternak ayam kate chabo, pekerjaan sampingan yang membuatnya bisa menambah penghasilan.

Kru Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkesempatan berkunjung ke kediaman pria yang akrab disapa Lukman itu. Setiba di rumahnya, di Jalan Delima Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, sang pemilik rumah sedang memberikan pakan kepada hewan peliharaannya.

"Ini hiburan saya saat senggang, beternak ayam kate chabo Thailand," katanya.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Sampang itu menceritakan, beternak ayam kate chabo olehnya mulai dilakukan sejak awal 2025. Saat ini, usaha tersebut sudah berjalan selama setahun.

"Alhamdulillah, awalnya saya anggap ini sebagai hiburan. Tapi sekarang sudah menjadi usaha sampingan yang menghasilkan cuan," ujarnya.

Bapak dari tiga anak itu mengatakan, awalnya dia memulai usaha sampingan tersebut dengan beternak ayam kate chabo sebanyak tiga ekor. Dia membelinya seharga Rp 4 juta.

"Saat itu masih kecil. Kemudian saya pelihara sampai besar dan beranak. Itu yang saya kembangbiakkan," ungkapnya.

Lukman menuturkan, memelihara ayam kate chabo tersebut dipilihnya karena tidak membutuhkan kandang yang terlalu luas. Sebab, postur ayam kate berukuran kecil.

"Saya hanya memanfaatkan pekarangan rumah dengan membangun kandang ukuran 3 x 3 meter. Di dalam kandang tersebut, saya bikin sekat lagi sebanyak tempat titik," ulasnya.

Menurutnya, jenis ayam kate yang dipeliharanya saat ini bervariasi. "Di antaranya jenis benjarong, black thai, dan lain dsebagainya," katanya.

Berbagai jenis ayam kate chabo semuanya bagus. "Tapi, yang menentukan harga jual adalah jika ekornya rimbun, kakinya pendek, serta bodinya bagus," ungkapnya.

Dijelaskan, ayam kate miliknya kebanyakan dijual saat masih usia remaja, setidaknya berumur 2 bulan.

Selama ini, dia menjadikan media sosial (medsos) sebagai sarana untuk memasarkan hewan peliharaannya. "Paling murah Rp 1 juta dan paling mahal Rp 3 jutaan per ekor," bebernya.

Ditambahkan, usaha beternak ayam kate chabo diakui tidak selalu berjalan sesuai harapan. Misalnya saat musim pancaroba, ayam mudah terserang penyakit. Bahkan, tidak sedikit yang mati.

"Tapi, saya tetap melanjutkan usaha ini karena saya anggap sebagai salah satu usaha yang menghasilkan," tandasnya. (bai/yan)

Editor : Amin Bashiri
ayam Kate chabo asn setkab sampang hobi