UMKM Tetap Jadi Core Business, Kredit BRI Tembus Rp 1.235 Triliun

Hendriyanto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:43 WIB
MERAKYAT: BRI tetap konsisten memberdayakan sektor ekonomi UMKM di Indonesia.
MERAKYAT: BRI tetap konsisten memberdayakan sektor ekonomi UMKM di Indonesia.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjaga fokus pertumbuhan bisnis melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi core business sekaligus fondasi utama pertumbuhan BRI.

Komitmen tersebut tercermin dari kinerja BRI hingga akhir Triwulan II 2026. Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026), portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh 8,6% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1.235,4 triliun.

Sebagai bank yang menjadikan UMKM sebagai core business, BRI tetap mempertahankan dominasi segmen tersebut dalam portofolio kreditnya. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah ekspansi bisnis ke berbagai segmen, UMKM tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan perseroan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengungkapkan bahwa besarnya porsi pembiayaan kepada UMKM berjalan beriringan dengan upaya BRI mendorong pelaku usaha untuk terus tumbuh dan naik kelas. BRI menjalankan penguatan tersebut melalui pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius.

Baca Juga: Klasterku Hidupku BRI Dorong UMKM Ikan Kering di Sorong Tumbuh dan Naik Kelas

Pada tingkat komunitas usaha, BRI mengembangkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Jangkauan pemberdayaan juga diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah dimanfaatkan sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Selain melalui platform digital, BRI juga memberikan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem pemberdayaan tersebut.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dalam menjalankan peran yang lebih luas. BRI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Melalui pendekatan tersebut, BRI membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan agar UMKM dapat terus berkembang. Pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, naik kelas, serta semakin terintegrasi dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.

Komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM tersebut berjalan seiring dengan kinerja perseroan yang tetap solid hingga Triwulan II 2026. Total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% secara YoY, sementara penyaluran kredit tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun.

Baca Juga: UTM Gandeng Pemkab Bangkalan, Bahas Persiapan Industrialisasi di Kota Salak

Pada periode yang sama, BRI Group membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp31,2 triliun. Capaian tersebut meningkat 17,5% secara YoY dan memperkuat langkah BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM serta menggerakkan ekonomi kerakyatan Indonesia. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
bri umkm ekonomi kerakyatan