Kisah Sri Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Taiwan Bersama BRI

Hendriyanto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:44 WIB
GIGIH : Sri Purwanti perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah yang sukses membuka usaha di Taiwan.
GIGIH : Sri Purwanti perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah yang sukses membuka usaha di Taiwan.

TAIPEI, RadarMadura.id – Merantau ke negeri orang membawa Sri Purwanti menempuh perjalanan panjang. Perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut datang ke Taiwan belasan tahun lalu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kini sukses membangun bisnis kuliner halal di jantung Kota Taipei.

Sri merupakan nasabah BRI yang berhasil mengubah hasil kerja selama di perantauan menjadi modal usaha. Berbekal disiplin menyisihkan pendapatan dan mengelola keuangan, ia perlahan mengumpulkan modal hingga akhirnya berani merintis usaha kuliner halal.

Usahanya kini berkembang menjadi Kedai Sri Rahayu, restoran Indonesia di No. 36, Aiguo E Rd, Zhongzheng District, Taipei. Lokasinya yang berada tak jauh dari Taipei Grand Mosque menjadikan kedai tersebut salah satu tempat bagi diaspora Indonesia dan komunitas Muslim untuk menikmati kuliner khas Nusantara.

Perjalanan Sri membangun bisnis berawal dari pengalaman pribadinya sebagai PMI. Ketika pertama kali tiba di Taiwan, ia kesulitan mendapatkan makanan halal yang sesuai dengan cita rasa Indonesia.

"Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama. Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan," kenang Sri.

Baca Juga: Social Bond BRI Dukung Pembiayaan Inklusif dan Lapangan Kerja, Raih Penghargaan ESG 2026

Bagi Sri, membangun usaha bukan proses yang berlangsung dalam semalam. Modal untuk merintis bisnis dikumpulkannya sedikit demi sedikit dari hasil bekerja selama berada di Taiwan.

Dalam perjalanan tersebut, Sri memanfaatkan layanan perbankan BRI untuk mendukung pengelolaan keuangannya. Ia menggunakan layanan BRI untuk menabung sekaligus memenuhi kebutuhan transaksi keuangan antara Taiwan dan Indonesia.

Dari tabungan hasil kerja selama di perantauan tersebut, Sri kemudian mengambil keputusan untuk membuka usaha kuliner halal dalam skala kecil. Usaha yang awalnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makanan halal masyarakat Indonesia di Taiwan itu perlahan mendapatkan pelanggan.

Sri mempertahankan cita rasa Nusantara sekaligus memastikan makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan konsumen Muslim. Kedai Sri Rahayu kemudian berkembang bukan hanya sebagai restoran, tetapi juga toko yang menyediakan berbagai kebutuhan dan bahan pangan khas Indonesia.

Beragam produk makanan kemasan, bumbu, hingga rempah Nusantara tersedia di kedai tersebut. Menu yang ditawarkan juga semakin beragam, mulai dari sate bumbu kacang, ayam penyet sambal terasi, bakso urat, pempek Palembang, aneka gorengan, hingga minuman khas Indonesia seperti es cendol, es jeruk, dan es teh manis.

Perkembangan usaha tersebut turut membuka peluang Sri untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ia secara bertahap mewujudkan impiannya untuk memberikan manfaat ekonomi, tidak hanya bagi masyarakat di Taiwan tetapi juga di Indonesia.

Baca Juga: Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari Dorong Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

Seiring berkembangnya usaha, kebutuhan transaksi keuangan Sri juga semakin kompleks. Mobilitasnya sebagai pengusaha membuat akses layanan perbankan yang praktis menjadi semakin penting.

Kini, Sri aktif menggunakan BRImo Taiwan untuk mendukung kebutuhan transaksi keuangannya selama berada di Taiwan. Layanan tersebut memungkinkan Sri tetap terhubung dengan ekosistem layanan BRI secara digital dari negara tempat ia bekerja sekaligus mengembangkan usahanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan Sri Purwanti mencerminkan besarnya potensi masyarakat Indonesia untuk tumbuh dan naik kelas, termasuk mereka yang bekerja dan membangun kehidupan di luar negeri. Menurutnya, keberhasilan Sri menunjukkan bahwa hasil kerja di perantauan dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Bagi BRI, kisah Ibu Sri bukan hanya tentang keberhasilan membangun usaha kuliner Indonesia di Taiwan, tetapi juga tentang bagaimana seorang pekerja migran mampu mengelola hasil kerja kerasnya, menangkap peluang, dan kemudian tumbuh menjadi pengusaha yang kuat. Kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia di luar negeri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan maju,” ujar Dhanny.

Menurut Dhanny, kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia di luar negeri terus berkembang seiring semakin beragamnya aktivitas ekonomi diaspora dan PMI. Karena itu, BRI terus memperkuat layanan yang menjaga konektivitas masyarakat Indonesia di luar negeri dengan ekosistem keuangan di Tanah Air.

Baca Juga: Keluarga Korban Minta Terduga Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dihukum Berat

Salah satunya melalui BRImo Taiwan yang diharapkan dapat mendekatkan layanan perbankan BRI kepada masyarakat Indonesia di Taiwan. Layanan tersebut tidak hanya mendukung transaksi sehari-hari, tetapi juga perjalanan finansial PMI dan diaspora mulai dari bekerja, menabung, mengirim penghasilan kepada keluarga, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha.

“Kehadiran BRImo Taiwan kami harapkan semakin mendekatkan layanan perbankan BRI kepada masyarakat Indonesia di Taiwan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan finansial mereka, mulai dari bekerja, menabung, mengirimkan hasil jerih payah kepada keluarga, hingga mempersiapkan dan mengembangkan usaha. Kisah Ibu Sri menjadi contoh bahwa dengan kerja keras, pengelolaan keuangan yang baik, dan akses layanan keuangan yang semakin mudah, PMI memiliki peluang besar untuk maju,” tambahnya. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
taiwan bri pmi taipei