Keripik Pisang Asal Sidoarjo Tembus Pasar Malaysia dan Hong Kong Berkat Pendampingan BRI

Hendriyanto • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:58 WIB
TEMBUS EKSPOR: Keripik pisang asal Sidoarjo dikirim ke Malaysia Hong Kong.
TEMBUS EKSPOR: Keripik pisang asal Sidoarjo dikirim ke Malaysia Hong Kong.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat global. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan melalui program Rumah BUMN BRI.

Salah satu kisah tersebut datang dari PT WWA Andik Sukses, produsen keripik pisang asal Sidoarjo, Jawa Timur. Usaha yang dirintis Wiliyah Wiji Astutik sejak 2019 itu berkembang dari dapur rumah menjadi UMKM yang mampu menjangkau pasar lokal hingga internasional.

Usaha tersebut berawal dari keinginan Wiliyah meningkatkan nilai tambah pisang yang banyak tersedia di lingkungan tempat tinggalnya. Saat itu, sebagian besar pisang hanya dijual dalam kondisi mentah dengan harga relatif rendah sehingga Wiliyah mencoba mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan peralatan sederhana, Wiliyah mulai memproduksi keripik pisang dari rumah. Ia kemudian melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan tingkat kerenyahan, teknik pengolahan, dan varian rasa yang sesuai dengan selera konsumen.

“Awalnya banyak uji coba untuk mendapatkan rasa dan tekstur yang tepat. Saya ingin membuat camilan yang enak, berkualitas, dan bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Wiliyah.

Baca Juga: Alpha Southeast Asia 2026: BRI Raih Penghargaan Transaction Banking dan Inklusi Keuangan

Produk Unik Jadi Daya Tarik
Kerja keras tersebut menghasilkan produk keripik pisang dengan karakteristik yang berbeda dari produk sejenis. Keripik tersebut menggunakan rasa alami pisang tanpa tambahan gula sehingga konsumen dapat menikmati rasa manis asli buah.

Bentuk produknya juga dibuat bulat dan tipis menyerupai keripik kentang. Varian pisang manis kemudian menjadi salah satu produk best seller yang paling banyak diminati pelanggan.

Perkembangan usaha semakin pesat setelah Wiliyah bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2021. Ia mengetahui program tersebut dari sesama pelaku UMKM binaan di desanya dan tertarik mengikuti berbagai program pengembangan usaha yang tersedia.

Sejak bergabung, Wiliyah merasakan manfaat pendampingan yang diberikan Rumah BUMN BRI. Dukungan tersebut tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga membantu pengembangan produk dan memperluas relasi bisnis.

Baca Juga: Dari Dapur Rumahan, Bolen Bos Sumenep Tembus Pasar Luar Madura

“Rumah BUMN sangat berpengaruh dalam perjalanan usaha saya. Mulai dari pengembangan kemasan hingga perluasan relasi bisnis, semuanya sangat membantu,” ungkapnya.

Melalui Rumah BUMN BRI, Wiliyah memperoleh akses terhadap berbagai program peningkatan kapasitas. Program tersebut antara lain kurasi BRIncubator, BRILiaNpreneur, bazar klaster di Regional Office Surabaya, pelatihan desain kemasan, fotografi produk, digital marketing, hingga penguatan kapasitas melalui ekosistem e-commerce.

Dari Sidoarjo Menembus Pasar Global
Rangkaian pendampingan tersebut membantu PT WWA Andik Sukses bertransformasi menjadi bisnis yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar. Selain meningkatkan kualitas produk, program pemberdayaan juga membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Saat ini, produk Keripik Pisang Visang dipasarkan melalui kanal offline maupun digital. Jangkauan pasarnya tidak lagi terbatas di tingkat lokal, tetapi telah merambah konsumen internasional di Malaysia dan Hong Kong.

Untuk mendukung operasional usaha, Wiliyah juga memanfaatkan berbagai layanan perbankan BRI, seperti Tabungan Simpedes dan QRIS BRI. Menurutnya, layanan digital BRImo turut memudahkan pengelolaan transaksi usaha sehari-hari.

“Manfaat yang paling terasa adalah transaksi menjadi jauh lebih mudah. Dengan BRImo dan QRIS BRI, pembayaran dari pelanggan jadi lebih praktis dan efisien,” jelasnya.

Pertumbuhan usaha tersebut juga memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. PT WWA Andik Sukses kini telah mempekerjakan delapan tenaga kerja sehingga perkembangan bisnis turut membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Ke depan, Wiliyah menargetkan produknya dapat menjangkau pasar global yang lebih luas. Ia juga berencana menambah varian rasa serta menghadirkan kemasan dengan harga yang lebih ekonomis untuk menjangkau segmen konsumen yang semakin beragam.

BRI Dorong UMKM Naik Kelas
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kisah PT WWA Andik Sukses menjadi gambaran bahwa pemberdayaan UMKM dapat memberikan dampak lebih luas terhadap ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Anak di Kabupaten Sampang Suspek Campak, Capaian Imunisasi BIAS Baru 20 Persen

Melalui Rumah BUMN, BRI berupaya membangun ekosistem pemberdayaan yang mencakup peningkatan kapasitas, penguatan kualitas produk, perluasan pasar, dan digitalisasi bisnis.

“BRI meyakini bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui Rumah BUMN, BRI terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, penguatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga akselerasi digitalisasi bisnis,” ujarnya.

Menurut Dhanny, transformasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan omzet atau skala bisnis. Perkembangan usaha juga diharapkan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dari usaha yang dirintis dari rumah hingga mampu menembus pasar internasional, kisah ini menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. BRI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi UMKM agar semakin banyak pelaku usaha yang naik kelas, berdaya saing global, dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” tutup Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
Kripik pisang bri umkm sidoarjo malaysia