Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli, UMKM Jayapura Tembus Pasar Australia hingga Amerika

Hendriyanto • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:28 WIB
PERAGA: Hasil batik dan kerajinan dari Papua diminati pasar internasional.
PERAGA: Hasil batik dan kerajinan dari Papua diminati pasar internasional.

JAYAPURA, RadarMadura.id – Papua dikenal sebagai salah satu wilayah Indonesia yang kaya akan warisan budaya dan kerajinan tangan. Di balik setiap karya, tersimpan keterampilan para pengrajin lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas.

Melihat potensi tersebut, Sukma Ayu Mayangsari memulai usaha di Jayapura pada 2022 melalui sebuah toko daring sederhana. Ia ingin memperkenalkan kerajinan khas Papua sekaligus membantu memasarkan karya para pengrajin lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang menjadi PT MJEthnic Craft Indonesia, yang kini menjadi distributor berbagai produk UMKM Nusantara. Perusahaan tersebut sekaligus membuka akses bagi produk lokal untuk dikenal hingga pasar internasional.

Pada awalnya, PT MJEthnic Craft Indonesia fokus memasarkan kerajinan khas Papua. Meningkatnya kepercayaan pelanggan dan permintaan pasar kemudian mendorong perusahaan memperluas produk, mulai dari kerajinan tangan, fesyen, aksesori, hingga kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia: Dari Pembiayaan UMKM hingga Layanan Pekerja Migran

Bagi Sukma, setiap produk yang dipasarkan tidak sekadar memiliki nilai ekonomi. Produk tersebut juga membawa cerita tentang budaya dan kehidupan para pengrajin yang berada di balik proses pembuatannya.

Karena itu, usahanya tidak hanya bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke pasar global. Sukma juga berupaya menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari hasil kerajinan mereka.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan para pengrajin lokal, khususnya perempuan. Sukma juga menyisihkan 2,5 persen dari setiap hasil penjualan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Papua.

Baginya, sebuah usaha akan memiliki makna yang lebih besar ketika mampu tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Prinsip tersebut menjadi bagian dari perjalanan PT MJEthnic Craft Indonesia dalam mengembangkan bisnis sekaligus memberikan dampak sosial.

Di tengah perkembangan usaha, Sukma terus meningkatkan kapasitas agar mampu menghadapi persaingan pasar global. Salah satu langkah yang ditempuhnya adalah mengikuti Pelatihan Ekspor BRI Peduli untuk memperkuat pemahaman mengenai perdagangan internasional.

"Pelatihan Ekspor BRI Peduli menambah ilmu dan wawasan saya tentang dunia ekspor. Selain itu, saya juga mendapat kesempatan menambah jejaring dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Sukma.

Baca Juga: Tim URC Satreskrim Polres Sampang Serahkan Bantuan pada Momen Kemerdekaan, Sasar Masyarakat Kurang Mampu

Menurut Sukma, pelatihan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan mengenai ekspor. Program itu juga membuka jejaring dan peluang baru bagi PT MJEthnic Craft Indonesia untuk mengembangkan pasar.

Perjalanan yang dimulai dari Jayapura tersebut perlahan membawa produk PT MJEthnic Craft Indonesia ke pasar internasional. Saat ini, berbagai produk yang dipasarkan perusahaan telah menjangkau Australia, Belanda, Uzbekistan, Italia, Malaysia, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Bagi Sukma, dukungan BRI menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang. Pendampingan tersebut juga membuat pelaku usaha lebih percaya diri untuk membawa produk lokal ke pasar internasional.

"Saya sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi BRI dalam mendampingi pelaku usaha lokal untuk naik kelas hingga menembus pasar internasional. BRI bukan hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra sociopreneur di Indonesia. Terima kasih BRI sudah memberikan dukungan nyata dan berdampak bagi UMKM lokal. Sesuai motto kami, Small Business, Big Impact," tutup Sukma.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus menghadirkan program pemberdayaan untuk mendorong UMKM naik kelas. Salah satunya melalui Program Pelatihan Ekspor yang membekali pelaku usaha dengan pengetahuan untuk memasuki pasar internasional.

Program tersebut mencakup berbagai materi, mulai dari strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai kebutuhan pasar internasional. Pembekalan tersebut diharapkan membantu UMKM meningkatkan kesiapan dan daya saing ketika memasuki pasar global.

"Kisah Sukma Ayu Mayangsari dengan usaha PT MJEthnic Craft Indonesia menjadi salah satu contoh bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk tumbuh dan menjangkau pasar internasional semakin terbuka," tegas Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
BRI peduli bri jayapura pasar internasional