Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif di Sampang Masih Terbatas

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:00 WIB
PEMBINAAN: Petugas saat memberikan pendampingan terhadap pelaku usaha ekraf rengginang singkong beberapa waktu lalu. (BAMBANG WAHYUDI UNTUK JPRM)
PEMBINAAN: Petugas saat memberikan pendampingan terhadap pelaku usaha ekraf rengginang singkong beberapa waktu lalu. (BAMBANG WAHYUDI UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Sampang cukup menjamur.

Namun, pendampingan yang dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang masih terbatas. Tahun ini, hanya 60 pelaku usaha yang mendapat pembinaan.

Kabid Ekonomi Kreatif Disporabudpar Sampang Bambang Wahyudi menyampaikan, seluruh pelaku usaha ekraf yang terdata menjadi sasaran pembinaan.

Salah satunya melalui pendampingan dalam mengurus legalisasi usaha yang ditekuni.

”Pelaku usaha ekraf di Kabupaten Sampang banyak dan bermacam-macam jenis usahanya,” katanya Selasa (11/8).

Dia menjelaskan, pelaku usaha ekraf yang terdata bergerak di berbagai bidang.

Di antaranya kuliner, kerajinan tangan, dan usaha berbasis keahlian lainnya. 

Meski begitu, jumlah pelaku usaha yang mendapat pembinaan tahun ini tidak menyeluruh. Hanya 60 pelaku usaha.

”Kami membagi di setiap kecamatan. Sebulan pasti ada yang kami dampingi,” tambahnya.

Pendampingan yang diberikan meliputi kemasan, pemasaran, pemanfaatan media sosial, serta legalitas hak kekayaan intelektual (HKI).

Namun, fasilitasi HKI komunal dan hak cipta tahun ini juga terbatas karena keterbatasan anggaran.

”Kalau hak merek itu mandiri dilakukan oleh pelaku usaha. Sedangkan HKI komunal dan hak cipta tahun ini ada 40 kuota. Karena anggarannya tidak sampai Rp 100 juta,” paparnya.

Menurut Bambang, pendampingan dilakukan untuk mendukung pelaku usaha agar semakin berkembang.

Progresnya sejauh ini diklaim telah membuahkan hasil, termasuk dalam memperluas pemasaran produk.

”Penjualan snack kemarin sudah banyak mengirim ke luar Sampang hingga ke Jawa Barat. Karena sudah dibantu pendampingan,” pungkasnya. (ay/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
pelaku usaha ekraf Pembinaan ekonomi kreatif Disporabudpar Sampang pendampingan