UMKM Binaan BRI NOMNOM Siap Ekspansi ke Singapura, Bawa Camilan Lokal Mendunia

Hendriyanto • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:45 WIB
SIAP BERSAING: UMKM binaan BRI sudah mampu bersaing dengan produk luar negeri.
SIAP BERSAING: UMKM binaan BRI sudah mampu bersaing dengan produk luar negeri.

JAKARTA, RadarMadura.id – Rengginang, jamur, dan tempe merupakan bahan pangan yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Di tangan NOMNOM, bahan-bahan tersebut diolah menjadi camilan inovatif yang kini mulai menarik perhatian pasar internasional.

UMKM yang didirikan Erwin Jogisaputra pada 2016 itu tengah mempersiapkan ekspansi ke Singapura setelah mendapatkan respons positif dalam pameran internasional yang difasilitasi BRI.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan NOMNOM membawa produk pangan lokal Indonesia agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global.

NOMNOM sejak awal mengusung visi menghadirkan camilan sehat berbahan baku lokal yang mampu diterima konsumen internasional.

Baca Juga: Spesifikasi Huawei Pura 90s Mulai Terungkap, Baterai 6000mAh Berpadu Lensa Telefoto CIPA 7.0 untuk Membidik Objek dari Jarak Jauh

Usaha tersebut bermula dari pengembangan rengginang panggang sebagai alternatif camilan yang lebih sehat, sebelum Erwin terus melakukan inovasi dengan mengangkat kekayaan pangan lokal Indonesia.

“Dalam perjalanan mengembangkan usaha, saya telah menjadi nasabah BRI sejak 2018. Awalnya, saya memanfaatkan berbagai layanan perbankan BRI untuk mendukung aktivitas transaksi dan operasional bisnis. Puji Tuhan, seiring berkembangnya usaha, saya pun diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM yang dihadirkan BRI,” ucapnya.

Perjalanan inovasi NOMNOM semakin berkembang ketika pandemi Covid-19 melanda. Berangkat dari keinginan membantu petani jamur lokal memasarkan hasil panen, Erwin kemudian menghadirkan Super Shrooms, camilan jamur panggang yang diklaim sehat, bebas gluten, tanpa lemak trans, dan mengandung sekitar 100 kalori per kemasan.

Inovasi tersebut terus berlanjut dengan melihat perubahan gaya hidup masyarakat. Pada 2025, NOMNOM memperluas portofolio melalui Tempe Bites, camilan berbahan dasar tempe yang dirancang sebagai sumber protein praktis bagi masyarakat yang aktif berolahraga.

Baca Juga: Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Catat 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026

Namun, Erwin mengakui perjalanan mengembangkan NOMNOM tidak lepas dari berbagai tantangan. Keterbatasan distribusi, perluasan pasar, pengembangan tim, serta penguatan organisasi menjadi sejumlah persoalan yang harus dihadapi dalam mengembangkan bisnis.

“Saya dulu memiliki kendala, seperti keterbatasan distribusi, perluasan pasar, hingga dinamika dalam membangun tim dan mengembangkan organisasi,” kenangnya.

Untuk memperkuat kapasitas usaha, Erwin kemudian mengikuti program Pengusaha Muda BRILian yang diselenggarakan BRI. Melalui program tersebut, NOMNOM mendapatkan pembekalan, pendampingan, serta pengembangan bisnis yang membantu pelaku usaha melihat pengembangan bisnis secara lebih terstruktur.

“Kami belajar melihat bisnis dari perspektif yang berbeda. Tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun brand yang memiliki nilai, memahami kebutuhan pasar, serta menyiapkan bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Erwin.

Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp 103,81 Triliun kepada 2 Juta Debitur hingga Juni 2026

Kerja keras tersebut membuahkan hasil setelah NOMNOM berhasil meraih posisi Top 3 Pengusaha Muda BRILian. Pencapaian tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring, meningkatkan kesiapan bisnis, sekaligus membuka peluang NOMNOM memasuki pasar internasional.

Kesempatan tersebut kemudian semakin terbuka ketika NOMNOM memperoleh fasilitas untuk mengikuti pameran internasional di Singapura. Bagi Erwin, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk menguji penerimaan produk sekaligus membangun jejaring bisnis dengan calon mitra di pasar global.

“Respons yang kami terima selama pameran sangat positif. Produk NOMNOM berhasil menarik perhatian calon buyer di Singapura dan saat ini kami telah memasuki tahap negosiasi akhir. Kami berharap proses ini dapat segera terealisasi sehingga produk pangan lokal Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Erwin.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan NOMNOM menunjukkan pentingnya ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi UMKM dengan akses pasar yang lebih luas. Menurutnya, kualitas produk perlu berjalan beriringan dengan kemampuan pelaku usaha beradaptasi, berinovasi, dan membangun jaringan bisnis.

Baca Juga: Kiai Imron Sebut Relokasi Industri Perusahaan Asing Dapat Membawa Kemaslahatan kepada Masyarakat

“BRI meyakini bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi, berinovasi, dan mengakses pasar. Oleh karena itu, kami terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pembiayaan, pendampingan, digitalisasi, hingga business matching agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global,” ujar Dhanny.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat perannya dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas akses pembiayaan, pendampingan, teknologi, dan pasar internasional agar semakin banyak produk lokal mampu bersaing secara global sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
olahan camilan UMKM Binaan BRI bri