BRI Perkuat UMKM, Portofolio Kredit Capai Rp1.211 Triliun hingga Triwulan I 2026

Hendriyanto • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:12 WIB
KREATIF: Sejumlah UMKM memperlihatkan hasil kerajinannya pasca dibina BRI.
KREATIF: Sejumlah UMKM memperlihatkan hasil kerajinannya pasca dibina BRI.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI mendorong penguatan ekonomi nasional melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan penyaluran pembiayaan kepada sektor UMKM. Hingga akhir Triwulan I 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun, menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia.

Capaian tersebut menegaskan konsistensi BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, BRI tidak hanya membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Baca Juga: Tim Monev Pantau Gudang Pembelian Tembakau di Tiga Kecamatan

Selain pembiayaan, BRI terus mengoptimalkan berbagai program pemberdayaan untuk memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi desa. Upaya tersebut sekaligus mendukung agenda Danantara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.000 desa di seluruh Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal.

Sementara itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha. Program tersebut membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha di berbagai daerah.

Pada sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ruang yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta berbagai layanan keuangan. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mengembangkan bisnis agar semakin produktif serta berdaya saing.

Penguatan kapasitas pelaku usaha juga dilakukan melalui 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Melalui fasilitas tersebut, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 596 ribu.

Baca Juga: BRI Perkuat UMKM Desa Brilian Hargobinangun melalui Pendampingan dan Bantuan Usaha

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan berbagai program pemberdayaan tersebut merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung Danantara menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh agar pelaku usaha mampu berkembang setelah memperoleh akses pembiayaan.

"Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategisnya dalam mengakselerasi perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM. Kami meyakini bahwa pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Akhmad.

Melalui integrasi pembiayaan dan pemberdayaan, BRI terus membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Danantara untuk mendorong investasi yang berdampak sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Indonesia. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
UMKM Binaan BRI LinkUMKM Rumah BUMN BRILian