BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Riil

Hendriyanto • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:49 WIB
Hasil kerajinan UMKM binaan BRI
Hasil kerajinan UMKM binaan BRI

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Kebijakan tersebut dinilai memperkuat sinergi fiskal dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas likuiditas perbankan sekaligus meningkatkan fungsi intermediasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Menurutnya, kebijakan itu juga memperkuat kapasitas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery.

Hery menjelaskan, likuiditas yang kuat menjadi prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit yang sehat kepada sektor-sektor produktif.

Baca Juga: BRIncubator 2026 Dimulai, BRI Siapkan UMKM Binaan Tembus Pasar Global

Dengan dukungan likuiditas yang memadai, bank memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset dan manajemen risiko.

"Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," jelas Hery.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI terus mengarahkan ekspansi kredit ke sektor-sektor penggerak ekonomi nasional. Sektor tersebut meliputi UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta berbagai sektor produktif lainnya.

Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan kepada segmen UMKM mencapai Rp1.211 triliun dan tetap menjadi pilar utama portofolio kredit perseroan.

Hery menegaskan, sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Karena itu, BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang memperkuat stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan sektor riil.

Baca Juga: Wabup Sampang Dampingi Danjen Akademi TNI Monitoring Kegiatan Taruna Bhakti di SRT Sampang

"BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Hery.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan.

Pernyataan tersebut disampaikan di Tangerang pada Selasa (4/8), sementara sebelumnya sebagian dana SAL direncanakan ditarik pada akhir 2026. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
dana SAL bri umkm BBRI