Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur FLPP, BRI Perkuat Pembiayaan Program 3 Juta Rumah

Hendriyanto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:37 WIB
UNTUK RAKYAT: Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung akad KPR Sejahtera FLPP yang dilaksanakan BRI.
UNTUK RAKYAT: Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung akad KPR Sejahtera FLPP yang dilaksanakan BRI.

BATANG, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan yang menjangkau masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan BRI dalam Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (30/7).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Sebanyak sekitar 62 ribu debitur KPR Sejahtera FLPP mengikuti akad massal secara nasional.

Presiden Prabowo menegaskan sinergi pemerintah, perbankan, pengembang, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan semangat Indonesia Incorporated.

"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar," kata Presiden Prabowo.

Baca Juga: Rabundo Bawa Bumbu Rendang Asli Minang ke Pasar Nasional, Didukung Rumah BUMN BRI

Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang hadir dalam acara tersebut menegaskan BRI terus memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Dukungan itu diwujudkan melalui berbagai skema pembiayaan yang menyasar masyarakat maupun pelaku usaha sektor perumahan.

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," ujar Hery.

Menurut Hery, peran BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan bagi masyarakat sebagai pembeli rumah. Perseroan juga memperkuat ekosistem perumahan melalui pembiayaan kepada pengembang lewat Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat kapasitas sektor perumahan dari hulu hingga hilir. BRI juga memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh Hery.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut dimulai pada 2010. Capaian itu dinilai menjadi tonggak baru dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp 17,13 Triliun, Dorong Akses Hunian Terjangkau

"Selama 15 tahun, sejak 2010 hingga 2025, capaian tertinggi baru terjadi pada masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Sebelumnya, pada 2023 penyaluran mencapai 228.000 unit. Pada 2025, di tahun pertama pemerintahan Bapak Presiden, penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit, tertinggi sepanjang sejarah," ujar Maruarar.

Dalam akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62 ribu peserta KPR Sejahtera FLPP secara nasional. Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur.

Pembiayaan tersebut terdiri atas sisi supply sebesar Rp 308 miliar kepada 227 debitur dan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya BRI memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima. Sementara sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp 10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau 91,18 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp 12 triliun.

Kontribusi BRI terhadap ekonomi kerakyatan juga terlihat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima.

Khusus periode Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 103,81 triliun kepada 2.009.310 penerima. Capaian tersebut memperkuat posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus mendukung pemerataan akses pembiayaan produktif bagi masyarakat. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
rumah murah bri Presiden Prabowo kpr murah KPR FLPP BRI 2025