Rabundo Bawa Bumbu Rendang Asli Minang ke Pasar Nasional, Didukung Rumah BUMN BRI

Hendriyanto • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:19 WIB
BERHASIL: Rabundo salah satu UMKM binaan BRI yang berhasil menjual bumbu rendang ke pasar internasional.
BERHASIL: Rabundo salah satu UMKM binaan BRI yang berhasil menjual bumbu rendang ke pasar internasional.

LAMPUNG SELATAN, RadarMadura.id – Berawal dari keresahan melihat bumbu rendang impor memenuhi rak swalayan, Tika Hayana mendirikan Rabundo, usaha bumbu instan khas Minang di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Berkat inovasi dan pendampingan Rumah BUMN BRI, produk tersebut kini berhasil menembus pasar nasional.

Rabundo berdiri pada 2025 dengan misi menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia. Tika ingin membuktikan bahwa bumbu rendang autentik buatan dalam negeri mampu bersaing di pasar.

"Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga," ungkap Tika.

Sebagai keturunan Minangkabau, Tika terdorong menghadirkan bumbu rendang bercita rasa autentik. Namun, membangun usaha dari nol tidak mudah karena harus menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi berbagai persyaratan legalitas.

Baca Juga: Karapan Sapi Piala AHY Meneguhkan Semangat Persatuan, 64 Pasang Sapi Siap Berlaga

Tika telah menjadi nasabah BRI sejak 2023. Saat Rabundo mulai beroperasi pada 2025, ia memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi usahanya.

Pemanfaatan QRIS membuat proses pembayaran pelanggan menjadi lebih cepat, praktis, dan aman. Kemudahan tersebut turut mendukung kelancaran operasional usaha yang terus berkembang.

Perjalanan Rabundo semakin berkembang setelah Tika bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni atas rekomendasi sesama pelaku UMKM. Di sana, ia memperoleh pendampingan, pelatihan, hingga kesempatan memperluas jaringan usaha.

"Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota. Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar," kenangnya.

Pendampingan tersebut menjadi titik balik perkembangan Rabundo. Kini usaha itu mempekerjakan tiga karyawan dan memasarkan bumbu rendangnya melalui ritel modern di Bandar Lampung serta marketplace yang menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Baca Juga: RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Optimalkan Layanan 19 Poliklinik, Kurangi Rujukan Pasien ke Luar Daerah 

Rumah BUMN BRI juga membantu memperkuat fondasi bisnis Rabundo melalui pelatihan, fasilitasi legalitas, dan berbagai program promosi. Dukungan tersebut membuka peluang usaha untuk berkembang lebih cepat.

"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," ujarnya.

Menurut Tika, legalitas usaha, sertifikasi merek, dan informasi nilai gizi menjadi bekal penting agar produknya mampu memenuhi standar pasar modern. Ia optimistis Rabundo akan terus berkembang tanpa meninggalkan cita rasa khas Minang.

"Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun," tegasnya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan Rumah BUMN BRI menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk belajar, memperluas jejaring, serta memperoleh akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi bisnis sehingga UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.

"Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya," tutup Akhmad. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
lampung selatan bri Rumah BUMN bumbu rendang