Kisah Mantri BRI Asti Alimin, Hadirkan KUR dan Akses Keuangan bagi Masyarakat Pulau Kelang

Hendriyanto • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 22:08 WIB

 

MENEMBUS OMBAK: Mantri BRI rela mengarungi lautan demi pemberdayaan ekonomi di kepulauan.
MENEMBUS OMBAK: Mantri BRI rela mengarungi lautan demi pemberdayaan ekonomi di kepulauan.

MALUKU, RadarMadura.id – Di tengah tantangan geografis Kepulauan Maluku, Mantri BRI Asti Alimin terus menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah terpencil. Perempuan yang bertugas di BRI Unit Piru, Kantor Cabang Masohi, Kabupaten Seram Bagian Barat, itu rela menerjang ombak demi membuka akses perbankan bagi masyarakat Pulau Kelang.

Asti menjalankan tugasnya dengan menempuh perjalanan darat dan laut untuk menjangkau nasabah di wilayah kepulauan. Baginya, setiap perjalanan bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi menjadi upaya menghadirkan harapan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun sulit mengakses layanan keuangan.

Pengabdian Asti dimulai pada 2020 saat dipercaya mengelola wilayah kerja yang didominasi lautan dan pulau-pulau kecil. Salah satu daerah dengan tantangan terbesar adalah Pulau Kelang yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan.

"Ada satu pulau yang baru kami buka layanannya karena banyak permohonan masyarakat yang selama ini terkendala jarak," ungkap Asti.

Baca Juga: SEGTA 2026 Hadirkan Teknologi Dunia di Gili Iyang, Libatkan Peserta dari Berbagai Negara, FTMM Unair Dorong SDGs Lewat Inovasi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat

Permintaan masyarakat mendorong Asti mengenal lebih dekat kondisi Pulau Kelang. Ia melihat potensi ekonomi yang besar, tetapi belum berkembang maksimal karena terbatasnya akses terhadap layanan perbankan.

Untuk mencapai Pulau Kelang, Asti harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dari Piru menuju Waesala. Dari lokasi tersebut, ia kembali melanjutkan perjalanan laut selama sekitar satu jam, bahkan bisa lebih lama jika harus mengunjungi kampung-kampung lain di pulau itu.

Tantangan semakin berat ketika musim barat tiba. Gelombang tinggi di perairan Waesala hingga Selat Haya memaksa setiap perjalanan dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.

Motivasi Asti lahir dari pengalaman pribadinya saat masih kuliah. Ia menyaksikan keluarga dan masyarakat di kampung halamannya kesulitan memperoleh modal usaha karena keterbatasan akses menuju layanan perbankan.

Ia juga prihatin karena banyak warga menjadi korban penipuan berkedok pinjaman. Warga diminta menyetor uang muka jutaan rupiah, tetapi pelaku menghilang tanpa memberikan pinjaman.

"Itu yang jadi motivasi saya. Kasihan orang-orang ini, mereka mampu bekerja tapi mereka ditipu," ujarnya.

Baca Juga: BRI Hadirkan Tiket Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra Melalui BRImo

Asti memulai pendekatannya melalui edukasi keuangan. Ia membangun jaringan BRILink Agen lebih dahulu agar masyarakat memiliki akses transaksi sebelum memperkenalkan berbagai produk perbankan.

Ia juga mengedukasi warga yang masih terbiasa menyimpan uang secara tradisional. Bahkan, Asti pernah menemukan uang milik nasabah rusak karena disimpan di dalam bantal hingga dimakan tikus.

"Saya bilang ke mereka, jangan disimpan begitu, nanti dimakan tikus tidak laku lagi," tuturnya sambil terkekeh.

Selain itu, Asti mengajarkan masyarakat menggunakan aplikasi BRImo. Ia juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan layanan perbankan resmi dengan praktik rentenir agar warga tidak terjerat utang berbunga tinggi.

Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Kini Asti mengelola lebih dari 700 debitur di wilayah kerjanya, sementara masyarakat Pulau Kelang semakin akrab dengan layanan keuangan formal.

Melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), banyak nelayan mampu meningkatkan kapasitas usahanya. Mereka mengganti mesin perahu dengan tenaga yang lebih besar sehingga dapat membawa hasil tangkapan ikan maupun komoditas seperti jahe, kunyit, dan minyak kayu putih langsung ke Ambon untuk memperoleh harga yang lebih baik tanpa bergantung pada tengkulak.

Asti juga menyaksikan dampak positif terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, sekitar 28 pemuda dari salah satu kampung berhasil lolos menjadi anggota TNI karena orang tua mereka memiliki kemampuan ekonomi untuk membiayai persiapan pendidikan.

"Setiap kali dengar mereka bilang 'untung ada kamu berani buka akses ke sini', rasa lelah saya hilang," kata Asti.

Asti berharap masyarakat di wilayah kepulauan Maluku semakin mandiri secara ekonomi. Ia ingin masyarakat memiliki akses keuangan yang setara, mampu memanfaatkan teknologi, dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Baca Juga: Bupati Slamet Junaidi Buka MPLS Sekolah Rakyat, Komitmen Siap Dukung Penuh Kegiatan Pemerintah Pusat

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kehadiran Mantri BRI menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri. Pendampingan yang dilakukan para mantri juga memastikan layanan perbankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kisah Asti Alimin menjadi cerminan semangat para Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan alam, BRI membuktikan bahwa selain membuka akses terhadap layanan perbankan, inklusi keuangan juga menghadirkan harapan, mendorong kemandirian, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama," tutup Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
Mantri BRI pulau bri umkm