BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Transformasi BRIvolution Reignite dan Danantara

Hendriyanto • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:40 WIB
TANPA BATAS: BRI hadir di setiap pulau-pulau kecil di Indonesia.
TANPA BATAS: BRI hadir di setiap pulau-pulau kecil di Indonesia.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite untuk memperkuat daya saing perusahaan. Transformasi ini juga menjadi fondasi dalam menciptakan nilai tambah (value creation) yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI memastikan setiap langkah transformasi mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan juga memperluas kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan sektor produktif serta dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRIvolution Reignite menjadi kerangka transformasi terintegrasi yang memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan. Menurutnya, transformasi tersebut juga dirancang untuk menciptakan manfaat berkelanjutan bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujar Hery.

Baca Juga: Kisah Rosidah, UMKM Sumenep yang Sukses Kembangkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI

Transformasi BRIvolution Reignite bertumpu pada dua pilar utama yang didukung enam enabler sebagai penggerak perubahan di seluruh organisasi. Pilar Transform the Funding Franchise difokuskan untuk memperkuat struktur pendanaan melalui penguatan CASA dan peningkatan kapabilitas transaction banking.

Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core diarahkan untuk memperkuat bisnis kredit mikro sebagai bisnis inti. Pilar tersebut juga membangun mesin pertumbuhan baru melalui pengembangan bisnis consumer banking yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah.

Implementasi transformasi tersebut tercermin pada kinerja keuangan BRI hingga Triwulan I 2026. Total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sedangkan kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.

Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 9,4 persen menjadi Rp1.555,1 triliun, sekaligus menurunkan cost of fund dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

Penguatan fundamental tersebut memperbesar kemampuan BRI menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung pembangunan nasional. Salah satu wujudnya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM.

Baca Juga: Korban Tunggu Kepastian Polisi, Perkembangan Penanganan Kasus yang Membelit Oknum LSM

Mayoritas penyaluran KUR menyasar sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen, disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur atau 32,34 persen.

Selain menjadi motor utama penyaluran KUR nasional, BRI juga berperan strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi senilai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sekitar 97 persen pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga Juni 2026, realisasi FLPP mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

Di sektor penyediaan hunian, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 mencapai Rp10,7 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 89 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Hery menegaskan, transformasi BRIvolution Reignite tidak hanya berorientasi pada penguatan kinerja perusahaan. Transformasi tersebut juga diarahkan agar setiap pertumbuhan yang dicapai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," pungkas Hery.

Secara terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan saat ini. Menurutnya, transformasi juga harus membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dony menilai peningkatan kinerja BUMN harus diimbangi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Ia menegaskan, kepemimpinan yang kuat menjadi faktor utama agar perusahaan mampu terus tumbuh dan menghadapi tantangan masa depan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujar Dony. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
Danantara bri BRIVolution kur