TikTok Dongkrak Penjualan Produk, Pesanan Membeludak saat Perayaan Wisuda

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:48 WIB
TERTATA RAPI: Karyawati menata bunga imitasi di gerai eL Bouket di Jalan Teuku Umar, pertokoan Pasar Senen, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Selasa (21/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
TERTATA RAPI: Karyawati menata bunga imitasi di gerai eL Bouket di Jalan Teuku Umar, pertokoan Pasar Senen, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Selasa (21/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.idMusim wisuda menjadi berkah tersendiri bagi eL Bouket Bangkalan.

Momen itu selalu membuat tim Amilia Mahmudah harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Jika pada hari-hari biasa pesanan yang masuk berkisar lima hingga enam buket, saat musim wisuda maupun perayaan Hari Guru, Hari Valentine, dan Hari Ibu, jumlahnya bisa meningkat drastis. Yakni, puluhan buket dalam sehari.

Momentum spesial tersebut juga berdampak langsung pada pendapatan usaha.

Baca Juga: Mengenal Amilia Mahmudah, Pengusaha eL Bouket Asal Bangkalan, Bermula dari Hobi hingga Jadi Ladang Rezeki

Jika pada hari biasa eL Bouket membukukan omzet sekitar Rp 2 juta–Rp 3 juta per hari, saat musim wisuda atau perayaan tertentu nilainya melonjak hampir tiga kali lipat hingga mencapai Rp 8 juta dalam sehari.

Lonjakan tersebut tidak lepas dari strategi pemasaran yang memanfaatkan media sosial.

Jika pada awal merintis usaha promosi hanya mengandalkan status WhatsApp, kini TikTok menjadi platform paling efektif menjangkau pelanggan dari luar daerah.

Sementara pelanggan di sekitar Bangkalan lebih banyak melakukan pemesanan melalui Instagram.

Amilia menawarkan dua jenis buket bunga, yakni bunga segar dan artifisial.

BERKUALITAS: Karyawati eL Bouket menunjukan produk di Jalan Teuku Umar, pertokoan Pasar Senen, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Selasa (21/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
BERKUALITAS: Karyawati eL Bouket menunjukan produk di Jalan Teuku Umar, pertokoan Pasar Senen, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Selasa (21/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Harga yang dipatok cukup terjangkau. Per tangkai mulai Rp 5 ribu untuk buket bunga fresh dan Rp 10 ribu untuk bunga artifisial.

Sedangkan harga per buket berkisar mulai Rp 43 ribu untuk bunga artifisial dan Rp 30 ribu untuk bunga segar.

Variasi harga tersebut membuat produknya diminati berbagai kalangan, terutama mahasiswa.

Meski demikian, meningkatnya jumlah pesanan menghadirkan tantangan tersendiri.

Baca Juga: Ganti Kopimu! Ini Resep Teh Bunga Krisan, Minuman Sehat untuk Relaksasi dan Imun Kuat

Keterbatasan jumlah tenaga kerja membuat proses produksi sering kewalahan ketika permintaan meningkat. 

”Kalau pesanan sedang ramai, kami sering kekurangan tenaga. Karena itu, ke depan kami ingin menambah karyawan agar pelayanan tetap maksimal,” ujarnya.

Selain mengutamakan kualitas produk, eL Bouket Bangkalan juga menjaga kepercayaan pelanggan dengan membuka ruang komplain.

Pelanggan dipersilakan meminta perubahan desain selama tidak mengubah konsep buket secara keseluruhan.

Strategi tersebut terbukti mampu menjaga loyalitas pelanggan sekaligus memperluas pasar.

Ke depan, Amilia berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di beberapa kota agar eL Bouket Bangkalan semakin dikenal masyarakat. (ina/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
Momentum spesial eL Bouket Bangkalan tiktok pesanan omzet