BANGKALAN, RadarMadura.id – Jiwa wirausaha Amilia Mahmudah tumbuh sejak kecil.
Perempuan berdarah Banjarnegara itu mulai berjualan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Dia menjual berbagai jenis aksesori, mulai dari gantungan kunci, bros, hingga dompet berbahan kain flanel.
Pengalaman itu membuatnya terbiasa melihat peluang usaha.
Baca Juga: Jenis-Jenis Bunga Favorit di Sidomulyo yang Paling Dicari Pengunjung
Dengan modal Rp 200 ribu, perempuan asal Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota Bangkalan, itu berhasil mengubah kegemarannya tersebut menjadi usaha yang banyak digandrungi kalangan generasi masa kini.
Yakni, bisnis buket yang diberi nama eL Bouket.
Dia merintis usahanya sejak duduk di bangku SMA pada 2019.
Modal awal yang dikeluarkan tidak besar, yakni cuma sekitar Rp 200 ribu.
Bagi dia, usaha bukan semata mengejar keuntungan.
Sebab, membuat buket adalah pekerjaan yang menyenangkan karena dapat mengekspresikan kreativitas.
Berkat kepiawaian dan kecintaannya pada dunia pernak-pernik, usahanya kini berbuah manis.
”Orientasi saya bukan hanya hasil. Saya menikmati prosesnya. Ibarat menyelam sambil minum air, hobi tersalurkan sekaligus menghasilkan,” ucapnya.
Promosi pertama dilakukan melalui status WhatsApp.
Lambat laun, pelanggannya bertambah, sehingga dia mulai memanfaatkan Instagram sebagai etalase digital.
Kini eL Bouket telah memiliki toko sendiri, sesuatu yang dulu hanya menjadi angan-angan.
Sistem pembayaran oleh konsumen juga menggunakan metode digital.
Yakni, menggunakan e-money/QRIS. Dengan begitu, pembeli dapat lebih mudah berbelanja. (*/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti