SAMPANG, RadarMadura.id – Sikap profesionalitas Aipda Dedy Sukadarisman patut ditiru. Anggota Polri yang bertugas di wilayah hukum Polres Sampang tersebut dapat membagi waktu antara melaksanakan tugas dan menyalurkan hobinya sebagai fotografer. Dari situ, pria dengan pangkat satu balok emas di pundaknya tersebut dapat mempertebal isi dompetnya.
Dedy mengaku telah menjadikan fotografi dan videografi sebagai usaha sampingan. Jasanya banyak digunakan dalam beberapa kegiatan. Antara lain, pre wedding, pernikahan, dan kegiatan lainnya.
Kasubsi Pusat Informasi Dokumentasi Media Humas Polres Sampang itu mengaku menjadikan fotografi dan videografi sebagai usaha sampingan sejak 2013. Inspirasi tersebut muncul saat pria 42 tahun tersebut sering melihat fotografer yang mampu menghasilkan gambar bagus.
”Sehingga, saya mulai belajar fotografi secara otodidak,” katanya.
Warga Desa Temoran, Kecamatan Omben, Sampang, itu mengaku tidak mudah memulai usaha di bidang jasa. Mulanya, Dedy harus membeli peralatan seperti kamera. Saat itu, dia harus menjual kucing anggora kesayangannya karena keterbatasan dana.
”Awalnya memang menggunakan handphone untuk mengambil foto. Tetapi, kualitas foto yang dihasilkan kurang bagus, jadi saya memutuskan membeli kamera dengan modal hasil menjual kucing,” ungkapnya.
Saat keinginannya menjadi fotografer terus tumbuh, dia dipercayai sebagai Tim Media Humas Polres Sampang. Di kala libur bertugas, Dedy menerima permintaan jasa foto untuk berbagai kegiatan dan acara.
”Awal mulanya menjadi fotografer acara imtihan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Temoran, Kecamatan Omben,” kenangnya.
Jepretan dan video sinematik yang dihasilkan dari acara itu dianggap cukup bagus. Sehingga, banyak yang tertarik menggunakan jasanya untuk kegiatan manten, ulang tahun, akad nikah, dan pertunangan.
”Alhamdulillah, saya bersyukur, karya yang saya hasilkan banyak diminati oleh masyarakat. Klien kami ada yang dari Surabaya hingga Jakarta,” imbuhnya.
Dedy memastikan setiap job yang diambil tidak mengganggu tugas kedinasannya sebagai anggota Polri. Sebab, semua itu dilaksanakan saat libur berdinas. ”Jam dinas saya di Polres Sampang hanya lima hari kerja. Sedangkan Sabtu-Minggu libur. Saat free itulah, saya ambil job yang ditawarkan klien untuk menjadi fotografer dan videografer,” katanya.
Prioritaskan Pengabdian sebagai Anggota Polri
AIPDA Dedy Sukadarisman sadar tugas dan tanggung jawabnya tidak ringan. Meski begitu, dia melaksanakan kewajibannya dengan sepenuh hati. Bahkan, lebih mengutamakan pengabdiannya kepada negara dan masyarakat,
Dia tidak pernah bersedia ditawari pekerjaan sebagai fotografer sebelum tugasnya betul-betul bebas. Sehingga, setiap menerima job di jam dinas, selalu dia tolak dengan lembut.
”Saya memanfaatkan hari libur saja, yaitu di luar jam dinas,” ujarnya.
Sampai saat ini usaha sampingannya sebagai fotografer dan videogafer tetap dijalankan dengan sepenuh hati. Sehingga, kesibukannya berbeda dengan kebanyakan anggota Polri lainnya.
”Alhamdulillah, berkat hobi yang saya tekuni saat ini, saya pernah juara tiga di event fotografi dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Sampang,” katanya.
Banyak kesan yang didapatkan sebagai polisi yang menggeluti usaha fotografi. Namun dia yakin, setiap usaha yang ditekuni dengan sepenuh hati bisa menghasilkan keberkahan.
”Sekarang sudah ada tiga orang yang kami rekrut untuk menjadi kru saya,” tandasnya. (bai/jup)