Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Racikan Jamu Tradisional Perempuan Asal Sumenep Tembus Pasar Luar Daerah hingga Malaysia

Amin Basiri • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:42 WIB
Salah satu kemasan jamu herbal tradisional untuk Busui
Salah satu kemasan jamu herbal tradisional untuk Busui

Pemilik usaha jamu Aisyah Herbal, Siti Aisyah mengaku terus berinovasi mengikuti kebutuhan dan keluhan konsumen.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan bukan hanya menghadirkan berbagai jenis produk, tetapi juga meracik jamu sesuai kebutuhan pelanggan.

"Setiap konsumen yang datang dengan keluhan kesehatan akan kami layani semaksimal mungkin. Kami berusaha memberikan ramuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya.

Meski telah berkembang, usaha tersebut masih dikelola secara sederhana.

Seluruh proses produksi hanya dikerjakan oleh dua orang, yakni pemilik bersama suaminya, tanpa melibatkan tenaga kerja tetap maupun harian.

Dari sisi usaha, perkembangan omzet disebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pemilik mengaku permintaan pasar terus bertambah karena banyak pelanggan yang merasakan manfaat dari produk jamu yang diproduksi.

Ke depan, usaha tersebut dinilai memiliki potensi membuka lapangan kerja baru.

Saat ini memang belum dilakukan karena kapasitas produksi masih mampu ditangani sendiri. 

Namun, jaringan pemasaran terus berkembang melalui para reseller yang telah memasarkan produk di berbagai daerah.

Kendala utama yang dihadapi adalah faktor cuaca. Proses pengeringan bahan baku yang mengandalkan sinar matahari sering terganggu saat hujan.

Meski demikian, bahan yang belum kering tidak dipaksakan untuk diolah, melainkan menunggu hingga cuaca kembali cerah agar kualitas bahan tetap terjaga.

Sementara itu, kenaikan harga bahan baku tidak terlalu berdampak terhadap pemasaran.

Pemilik mengaku telah memberikan penjelasan kepada pelanggan mengenai penyesuaian harga sehingga konsumen dapat memahami kondisi tersebut dan tetap membeli produk.

Selama menjalankan usaha, pemilik mengaku belum pernah menerima bantuan maupun pendampingan dari pemerintah.

Seluruh kegiatan produksi dan pengembangan usaha dilakukan secara mandiri bersama suaminya.

Untuk pemasaran, produk jamu tidak hanya dipasarkan di daerah asal, tetapi juga telah menjangkau berbagai kota seperti Jakarta dan Surabaya, bahkan dikirim ke Malaysia.

Pemilik berharap ke depan jangkauan pemasaran dapat terus berkembang hingga menembus pasar internasional yang lebih luas. (*/han)

Editor : Amin Basiri
#jamu herbal #Aisyah Herbal #jamu tradisional