Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan, Jangkau Pasar Global Lewat LinkUMKM BRI

Hendriyanto • Minggu, 14 Juni 2026 | 14:19 WIB
IDE KREATIF: Cinta Batik Semarang menghasilkan corak batik yang elegan dan diminati di pasar internasional.
IDE KREATIF: Cinta Batik Semarang menghasilkan corak batik yang elegan dan diminati di pasar internasional.

SEMARANG, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar berkembang melalui penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar. Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat tersebut adalah Cinta Batik Semarang, perajin batik asal Kota Semarang yang telah menjalankan usahanya sejak 2006.

Kini, Cinta Batik Semarang melayani pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Perkembangan usaha tersebut tidak lepas dari konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas akses pasar.

Pemilik Cinta Batik Semarang, Iin Windhi Indah Tjahjani, mengungkapkan bahwa usahanya berawal dari pelatihan membatik yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi batik Semarang.

Seiring waktu, Cinta Batik Semarang semakin dikenal melalui produk batik tulis warna alam. Produk unggulannya menggunakan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan dengan harga yang tetap terjangkau.

Baca Juga: Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Perjalanan membangun usaha tersebut tidak dimulai dari kondisi yang ideal. Dengan modal sekitar Rp 50 ribu dan peralatan membatik yang sangat sederhana, Iin memulai usahanya dengan pengetahuan yang masih terbatas.

Berbagai kegagalan dalam proses membatik tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Keterbatasan akses konsultasi mengenai teknik membatik mendorongnya aktif mengunjungi berbagai pameran untuk mencari inspirasi dan meningkatkan kualitas produk.

“Mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI, salah satu alasan yang membuat kita bergabung yaitu dikarenakan ada banyak kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan usaha kita,” ujar Iin.

Selain memanfaatkan pendampingan usaha, Cinta Batik Semarang juga menggunakan layanan QRIS dan tabungan BRI untuk mendukung operasional bisnis. Pemanfaatan layanan perbankan tersebut membantu usaha berjalan lebih efisien dan praktis.

Saat ini, produk Cinta Batik Semarang dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari penjualan offline, marketplace, pameran, hingga kerja sama business-to-business (B2B). Jangkauan pelanggannya mencakup berbagai daerah di Indonesia hingga pasar luar negeri.

Iin juga menerapkan produksi terbatas pada setiap koleksi batiknya. Strategi tersebut membuat produk memiliki nilai eksklusif yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring. Platform ini membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan mempercepat proses naik kelas.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Coaching Clinic. Platform tersebut juga menyediakan layanan registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta didukung lebih dari 840 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Baca Juga: Hidden Gem Madura: Pesona Pantai Sembilan Sumenep yang Viral di TikTok, Ini Rute Paling Cepat dari Jembatan Suramadu!

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan Cinta Batik Semarang menjadi bukti bahwa usaha yang dirintis dari keterbatasan dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Menurutnya, ketekunan menjaga kualitas produk serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

“Cinta Batik Semarang menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat memiliki daya saing yang kuat ketika dikelola secara konsisten dan inovatif. Upaya menghadirkan batik ramah lingkungan sekaligus melestarikan warisan budaya menjadi contoh bagaimana UMKM dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. BRI akan terus memperkuat peran LinkUMKM sebagai ekosistem pembelajaran dan pengembangan usaha agar semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan,” pungkas Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#batik #bri #LinkUMKM BRI #internasional #semarang