Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Optimistis Prospek Jangka Panjang Tetap Solid

Hendriyanto • Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:55 WIB
MAKIN MAJU: BRIvolution reignite terus berkembang.
MAKIN MAJU: BRIvolution reignite terus berkembang.

JAKARTA, RadaraMadura.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dengan nilai maksimal mencapai Rp 500 miliar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang tetap kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa valuasi saham BBRI saat ini dinilai masih berada di bawah nilai wajarnya dan belum sepenuhnya mencerminkan kinerja maupun potensi bisnis perseroan.

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Dhanny.
Program buyback fluktuatif tersebut akan dilaksanakan mulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.

Pelaksanaan buyback mengkacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 terkait kebijakan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Baca Juga: Dari Pekerja Migran Menjadi BRILink Agen, Fauzi Hadirkan Layanan Keuangan bagi Warga Pulau Kangean Sumenep

Pendanaan buyback juga akan berpedoman pada ketentuan yang diatur 8 POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan POJK Nomor 29 Tahun 2023. Perseroan menegaskan pembelian saham akan dilakukan pada harga yang dinilai wajar dengan tetap memperhatikan seluruh ketentuan regulasi yang berlaku.

Menurut Dhanny, keputusan buyback telah mempertimbangkan secara matang kondisi pasar global yang masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga tekanan arus modal keluar dari pasar negara berkembang yang turut memengaruhi pasar keuangan dan pasar modal Indonesia.

“Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan,” tegasnya.

BRI juga memastikan bahwa posisi permodalan perseroan tetap berada pada level yang kuat. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 setelah pelaksanaan buyback, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) diproyeksikan tetap terjaga di level 22,86 persen.

Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 18,37 persen. 8 tersebut menunjukkan bahwa BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan terhadap berbagai risiko usaha di masa mendatang.

Perseroan menjelaskan bahwa saham hasil buyback nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja serta Direksi dan Dewan Komisaris. Pelaksanaan pengalihan tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI menegaskan akan terus fokus memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG),” pungkas Dhanny.

Melalui langkah buyback ini, BRI ingin menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis jangka panjang sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#Buyback #bri #IHSG #BBRI #saham