SEMARANG, RadarMadura.id — Ketekunan dalam menjalankan usaha yang didukung akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat menjadi kunci bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang dan naik kelas.
Hal tersebut tercermin dari perjalanan Niken Tiwi Arni, pemilik warung sembako di Kelurahan Pandansari, Semarang, yang berhasil mengembangkan usahanya melalui dukungan PNM Mekaar sebagai bagian dari sinergi Holding Ultra Mikro BRI Group.
Berawal dari warung sembako sederhana dengan pilihan barang yang masih terbatas, Niken terus berupaya meningkatkan usahanya agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian keluarga.
Ia menyadari bahwa kelengkapan stok menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga loyalitas pelanggan dan meningkatkan omzet usaha.
“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya warung sembako biasa. Tapi saya ingin warung ini bisa lebih lengkap, supaya pelanggan tidak perlu ke tempat lain,” ujar Niken.
Keinginan tersebut membawanya mengenal program PNM Mekaar melalui rekomendasi tetangga. Setelah mengikuti berbagai kegiatan pendampingan dan pertemuan kelompok, pada 2019 Niken memperoleh dukungan permodalan awal dari PNM Mekaar yang dimanfaatkannya untuk memperkuat dan mengembangkan usaha secara bertahap.
Baca Juga: BRI Salurkan Bantuan untuk Wisata Sumber Gempong dan Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame
Tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, Niken juga mendapatkan berbagai pendampingan usaha. Melalui program tersebut, ia memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan usaha, mulai dari manajemen stok, pengaturan perputaran modal, hingga kemampuan melihat peluang usaha berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar.
Seiring waktu, warung sembako miliknya mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jumlah pelanggan terus bertambah dan warungnya menjadi salah satu pilihan utama warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Perjalanan membangun sebuah warung sembako saya ini sangat panjang. Namun karena dukungan petugas dari BRI Group, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.
Menurut Niken, peningkatan pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut memberikan ketenangan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi ekonomi yang semakin stabil juga membuatnya dapat lebih fokus mendukung pendidikan anak-anaknya.
Warung yang sebelumnya hanya usaha sederhana kini menjadi simbol perjuangan keluarga sekaligus sumber harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dari ruang kecil di depan rumah, Niken membuktikan bahwa usaha yang dijalankan secara konsisten dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi keluarga.
Ke depan, ia berharap usahanya dapat terus tumbuh, tidak hanya untuk meningkatkan penghasilan keluarga, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi masa depan anak-anaknya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro tidak hanya sebatas memberikan akses pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, program PNM Mekaar menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka peluang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
“Sinergi dalam Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha mikro kecil di banyak daerah dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, dari usaha sederhana hingga mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dhanny.
Sejalan dengan komitmen tersebut, kinerja pemberdayaan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro juga menunjukkan capaian positif. Hingga Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 1,2 juta debitur PNM berhasil naik kelas, mencerminkan semakin luasnya dampak program pemberdayaan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. (*/dry)
Editor : Hendriyanto