PAMEKASAN, RadarMadura.id – Ekonomi kreatif kembali mengambil ruang di pusat kota Pamekasan. Sebanyak 70 pelaku UMKM berkumpul di kawasan Arek Lancor dalam ajang Economic Fest 2026.
Ketua BPC HIPMI Pamekasan Ach. Kusairi mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dan masyarakat. Menurut dia, UMKM membutuhkan ruang yang lebih terbuka untuk berkembang.
”Kami ingin menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara pelaku usaha dan masyarakat, sehingga produk UMKM bisa lebih dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung selama sepekan lebih sejak Senin (1/6) hingga Selasa (9/6). Ratusan produk dari berbagai sektor usaha mulai kuliner, kerajinan, hingga olahan lokal dipamerkan dalam satu kawasan terbuka.
Keramaian mulai terlihat sejak malam pembukaan. Warga datang silih berganti, memanfaatkan ruang publik yang disulap menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif. Interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung lebih dekat.
Stan UMKM tidak hanya menjadi tempat transaksi. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung proses promosi dan mengenal produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, pelaku UMKM merasakan dampak langsung dari meningkatnya jumlah pengunjung. Hariyanto, salah satu peserta, mengaku penjualan lebih baik dibanding hari biasa.
”Kalau hari biasa tidak seramai ini. Di event seperti ini pembeli lebih banyak karena lebih terorganisasi. Juga ada banyak yang ditawarkan oleh teman-teman sesama pelaku UMKM lain,” katanya.
Hariyanto berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih rutin. Tujuannya, agar para pelaku usaha kecil tidak hanya bergantung pada momentum tertentu. Sehingga, bisa memperluas pasar dan memperkuat interaksi dengan konsumen. (afg/han)
Editor : Amin Basiri